Pasuruan Terkini – PASURUAN – Kementerian Pertanian (Kementan) telah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Teknologi Pengendalian Hayati Lalat Buah di Desa Wonokerto, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini menyasar para petani mangga yang selama ini menghadapi persoalan hama lalat buah menggerogoti buah hasil budidaya mereka.
Kegiatan Kementan Gelar Bimtek Pengendalian Hayati Lalat Buah di Wonokerto Petani Mangga Dibekali Teknologi ini dilaksanakan tepat di tengah musim panen mangga. Saat itu, serangan hama lalat buah menjadi ancaman serius terhadap produktivitas dan kualitas buah, khususnya mangga alpukat klonal yang banyak dibudidayakan di wilayah tersebut.
Sekitar 100 petani mangga dari berbagai wilayah menghadiri bimtek tersebut. Mereka tidak hanya menerima materi teknis, tetapi juga mendapat ruang untuk mengemukakan langsung kendala yang dihadapi di kebun kepada para ahli Kementan yang hadir.
Tiga narasumber hadir dalam kegiatan ini, yaitu Hery Prabowo, Dr. Cipto Nugroho MSc, dan Dr. Anjar Tri Wibowo MSc. Mereka menyampaikan materi sekaligus berdiskusi intensif bersama para peserta tentang strategi pengendalian hama lalat buah secara hayati.
Pre-Test dan Post-Test untuk Ukur Pemahaman Petani
Hery Prabowo menjelaskan bahwa bimtek ini dirancang tidak hanya bersifat satu arah, melainkan juga menjadi media berbagi pengalaman antara petugas dan petani di lapangan.
“Kegiatan ini bertujuan agar kami bisa saling berbagi ilmu dengan para petani untuk mengatasi permasalahan lalat buah yang selama ini mengganggu kebun mereka,” ujarnya.
Sebelum materi disampaikan, panitia menyelenggarakan pre-test guna mengukur tingkat pemahaman awal peserta. Setelah penyampaian materi selesai, post-test dilakukan untuk menilai seberapa besar materi berhasil diserap. Langkah ini dinilai penting agar efektivitas penyuluhan dapat dipantau secara objektif.
Desa Wonokerto Bangga Jadi Lokasi Bimtek
Kepala Desa Wonokerto, Sugik, menyatakan rasa syukurnya atas terpilihnya desanya sebagai lokasi pelaksanaan bimtek. Ia menilai hal ini membuka peluang besar bagi petani setempat mengakses pengetahuan langsung dari para praktisi dan akademisi pertanian.
Sugik berharap para petani di Wonokerto mampu memahami teknik pengendalian lalat buah secara tepat, memberikan nutrisi atau vitamin yang sesuai pada tanaman, serta melakukan perawatan pohon mangga secara benar.
Pentingnya Pengendalian Hayati untuk Keberlanjutan
Pengendalian lalat buah secara hayati menjadi pilihan strategis karena lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pestisida kimia. Metode ini diharapkan dapat diterapkan secara konsisten oleh petani di Wonokerto.
Dengan penguatan kapasitas petani melalui Kementan Gelar Bimtek Pengendalian Hayati Lalat Buah di Wonokerto Petani Mangga Dibekali Teknologi, produktivitas mangga bukan hanya ditargetkan meningkat pada musim panen saat ini, tetapi juga dipertahankan secara berkelanjutan.
Kemitraan antara petani, aparat desa, dan Kementerian Pertanian dalam kegiatan seperti ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha tani mangga di Pasuruan.













