Bromo Marathon ke-13: Ribuan Pelari Ramaikan, Pariwisata Tengger Melonjak

Bromo Marathon ke-13: Ribuan Pelari Ramaikan, Pariwisata Tengger Melonjak
Bromo Marathon ke-13: Ribuan Pelari Ramaikan, Pariwisata Tengger Melonjak

Pasuruan Terkini – Pasuruan – Ribuan Pelari Ramaikan Bromo Marathon ke-13 Terbukti Pariwara Tengger Meningkat. Event lari tahunan yang digelar di kawasan Gunung Bromo ini sukses menarik perhatian dunia internasional. Sekitar 3.000 pelari dari 22 negara ambil bagian dalam ajang yang berlangsung Minggu (6/9/2026) dengan start dan finish di halaman Hotel Pelataran Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Bromo Marathon yang mengusung tema “I Run The Adventure” ini memasuki edisi ke-13. Para peserta diajak menikmati petualangan menyusuri alam lereng Bromo yang masih asri. Rute yang ditawarkan pun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena panitia harus mengubah jalur utama yang sempat terdampak kebakaran hutan. Meski demikian, antusiasme peserta justru meningkat. Mereka disuguhkan panorama kebun, hutan, dan tanah khas pegunungan yang menantang.

Ketua Panitia Bromo Marathon, Dedik Kurniawan, mengungkapkan bahwa perubahan rute ini memberikan pengalaman baru bagi para pelari, khususnya di kelas 42 kilometer. “Tahun ini kita pakai jalur yang lebih menunjukkan alam dengan rute alam yang ada di lereng gunung Bromo. Ini menjadi tantangan baru para peserta 42K,” ujarnya. Kelas yang dilombakan pun beragam, mulai dari 42K, 22K, 10K, 5K, hingga 2,5K untuk anak-anak.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi motor penggerak pariwisata lokal. Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menegaskan bahwa Ribuan Pelari Ramaikan Bromo Marathon ke-13 Terbukti Pariwara Tengger Meningkat. “Kegiatan yang saling mendukung antara penyelenggara hingga masyarakat yang ada, semua merasakan dampak positif dan Tengger semakin dikenal,” tuturnya.

Gus Shobih, sapaan akrabnya, berharap event ini terus berkembang dan mampu mengangkat potensi daerah ke kancah internasional. “Kedepan, semua potensi yang ada bisa disampaikan ke internasional. Terbukti ada pelari dari 22 negara yang hadir, ini menunjukkan Bromo Marathon sudah internasional,” pungkasnya.

Kehadiran ribuan pelari dari berbagai negara menjadi bukti nyata bahwa Bromo Marathon mampu menjadi ajang promosi wisata yang efektif. Ribuan Pelari Ramaikan Bromo Marathon ke-13 Terbukti Pariwara Tengger Meningkat, dan hal ini diharapkan berkelanjutan. Para pelari tidak hanya berlari, tetapi juga berkesempatan menikmati keindahan alam Tengger yang memukau, mulai dari savana, lautan pasir, hingga puncak Bromo yang ikonik.

Perhelatan ini juga melibatkan masyarakat setempat, baik sebagai panitia, relawan, maupun penyedia layanan akomodasi dan kuliner. Dampak ekonomi pun dirasakan langsung oleh warga sekitar. Dengan semakin dikenalnya Bromo Marathon, diharapkan kunjungan wisatawan ke kawasan Tengger terus meningkat, tidak hanya saat event berlangsung, tetapi juga sepanjang tahun.

Bagi para pelari, Bromo Marathon bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan pengalaman tak terlupakan. Mereka diajak menyatu dengan alam, melewati medan yang menantang, dan disuguhi pemandangan yang jarang terlihat. Event ini pun menjadi bukti bahwa olahraga dan pariwisata dapat berjalan beriringan, memberikan manfaat bagi banyak pihak. Ribuan Pelari Ramaikan Bromo Marathon ke-13 Terbukti Pariwara Tengger Meningkat, dan semoga tren positif ini terus berlanjut di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *