Pasuruan Terkini – Tumpukan Sampah di Mayangan Kota Probolinggo Terbakar Bikin Panik Warga pada Sabtu dini hari, 3 Oktober 2026. Kobaran api yang membesar di Jalan Lingkar Utara (JLU), Kelurahan dan Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, sempat membuat warga sekitar panik. Petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil mengendalikan si jago merah setelah berjibaku selama sekitar dua jam.
Komandan Regu (Danru) 4 Pemadam Kebakaran Pemerintah Kota Probolinggo, Nanang Effendi, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 03.30 WIB. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran. Masing-masing mobil memiliki kapasitas 3.000 liter dan 5.000 liter air.
“Setibanya di lokasi, api sudah membesar. Objek yang terbakar merupakan tumpukan sampah yang berada di sebelah barat dan utara gudang rosok,” kata Nanang.
Nanang menjelaskan bahwa sebelum api membesar, Jumat malam sekitar pukul 22.00 WIB, ada seseorang yang membakar sampah di lokasi tersebut. Setelah api dianggap padam, orang tersebut meninggalkan lokasi. Namun, beberapa jam kemudian si jago merah kembali membesar dan membakar tumpukan sampah yang berada di sekitar lokasi.
“Jadi kami terlebih dahulu melokalisasi api yang berada dekat dengan gudang rosok. Karena banyak bahan yang mudah terbakar, kami khawatir api semakin membesar. Setelah sekitar dua jam, sampah yang terbakar berhasil kami kendalikan,” beber Nanang.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melakukan penyiraman dan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Upaya tersebut dilakukan agar tidak ada sumber panas yang tersisa dan api tidak kembali menyala.
“Api benar-benar padam pada pukul 05.00 WIB. Selama proses pemadaman tidak ada kendala apa pun,” Nanang menambahkan.
Peristiwa Tumpukan Sampah di Mayangan Kota Probolinggo Terbakar Bikin Panik Warga ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat. Petugas Damkar mengimbau warga untuk tidak membakar sampah, terlebih kemudian meninggalkannya, agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kondisi cuaca yang masih cenderung kering dan angin yang kencang dapat menyebabkan api kembali membesar dan merembet ke lingkungan sekitar,” Nanang memungkasi.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, berikut urutan peristiwa kebakaran tersebut:
- Jumat, 2 Oktober 2026, pukul 22.00 WIB: Seseorang membakar sampah di lokasi dan meninggalkannya setelah api dianggap padam.
- Sabtu, 3 Oktober 2026, pukul 03.30 WIB: Laporan kebakaran diterima petugas Damkar Kota Probolinggo.
- Pukul 03.30 WIB hingga 05.00 WIB: Proses pemadaman, pelokalan api, penyiraman, dan pendinginan.
- Pukul 05.00 WIB: Api dinyatakan benar-benar padam.
Dua unit mobil pemadam yang diterjunkan membawa total kapasitas air 8.000 liter. Petugas juga memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat cuaca kering dan angin kencang masih berpotensi memicu kebakaran baru.
Warga diimbau untuk selalu berhati-hati dalam mengelola sampah, terutama sampah yang mudah terbakar. Selain itu, warga diminta segera melapor kepada petugas jika melihat titik api atau asap yang mencurigakan. Dengan demikian, risiko kebakaran besar seperti Tumpukan Sampah di Mayangan Kota Probolinggo Terbakar Bikin Panik Warga dapat diminimalisir.













