Pasuruan Terkini – Desa Bakalan, Kelurahan yang terletak di Kota Pasuruan, berhasil melahirkan sebuah inovasi pangan bernilai tinggi melalui usahaGraleso Produk Olahan Lele Asal Kota Pasuruan yang Bernilai Tambah. Program ini tidak hanya mengangkat komoditas ikan lele dari sekadar bahan makanan biasa, melainkan menjadikannya produk olahan premium yang siap bersaing di pasar modern. Sepasang suami istri, Ahmad Purwadi dan Ika, menjadi motor penggerak di balik kesuksesan pengolahan ikan lele yang sebelumnya seringkali dipandang remeh oleh masyarakat.
Ketertarikan mereka pada pengolahan ikan lele bermula dari program KOLEGA atau Kolam Lele Keluarga, sebuah inisiatif dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM berbasis potensi lokal. Bantuan yang diberikan mencakup sarana budidaya lengkap mulai dari kolam terpal, benih lele berkualitas, pakan sesuai fase pertumbuhan, hingga peralatan pendukung seperti aerator dan probiotik.
Selain bantuan fisik, para peserta dibekali Bimbingan Teknis intensif mengenai teknik pemeliharaan air, pola pemberian pakan, dan strategi antisipasi gagal panen. pendampingan rutin dari Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan memastikan setiap pembudidaya memahami proses budidaya secara komprehensif. Hal inilah yang kemudian membuka peluang bagi Pak Pur dan Ika untuk berinovasi lebih jauh.
Dengan merek Graleso atau singkatan dari Graha Lele Ndeso, mereka meracik berbagai produk olahan ikan lele dengan kemasan modern dan menarik. Yang membedakan produk mereka adalah pemanfaatan seluruh bagian ikan tanpa ada yang terbuang. “Satu ekor lele kami manfaatkan sepenuhnya,” jelas Pak Pur. Kulit lele diolah menjadi keripik renyah, sedangkan duri dan tulangnya dijadikan bahan dasar stik serta rengginang. Dagingnya sendiri diproses menjadi kerupuk dan keripik lele.
Keistimewaan lain terletak pada pemilihan ukuran ikan. Mereka hanya menggunakan lele ukuran konsumsi yang tidak terlalu besar karena menurut Pak Pur, lele yang terlalu besar cenderung memiliki rasa yang hambar. Produk olahan Graleso Produk Olahan Lele Asal Kota Pasuruan yang Bernilai Tambah ini memiliki cita rasa khas dan tekstur renyah sehingga sangat cocok dijadikan oleh-oleh khas daerah.
Selain fokus pada produk olahan, mereka juga tetap memasarkan lele segar untuk kebutuhan konsumsi harian. Pak Pur berhasil mematahkan stigma negatif yang selama ini melekat pada ikan lele. “Dulu banyak yang menyebut lele sebagai ikan jorok. Padahal, dengan menjaga kualitas air tetap bersih dan memberikan pakan pelet penuh, rasanya jadi jauh lebih enak dan higienes,” paparnya.
Untuk distribusi, lele segar hasil panen disalurkan ke penampung skala besar seperti Sultan Food serta berbagai pembudidaya lokal di wilayah Pasuruan dan sekitarnya. Ke depan, Graleso Produk Olahan Lele Asal Kota Pasuruan yang Bernilai Tambah diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas, menjadi penggerak ekonomi warga secara mandiri dan berkelanjutan.













