Pasuruan Terkini – Kegiatan nobar dan diskusi film dokumenter Makin Ditekan Makin Melawan menghadirkan sejumlah elemen mahasiswa serta masyarakat sipil di Pasuruan pada Senin malam. Acara ini menjadi wadah Konsolidasi Lintas Gerakan di Pasuruan Nobar Makin Ditekan Makin Melawan Jadi Pemantik Rawat Ingatan dan Perlawanan untuk merapatkan kembali barisan gerakan pro-demokrasi yang dinilai mulai surut setelah gelombang aksi Agustus 2025.
Faiz Benshadeq, sineas asal Pasuruan sekaligus sutradara film tersebut, menjelaskan bahwa karya ini lahir dari keresahan bersama. Film diproduksi oleh Koreksi.org berkolaborasi dengan KontraS, serta mendapat dukungan dari Trend Asia dan Kurawal. Faiz mengajak generasi muda terus merawat ingatan bahwa pascagelombang aksi Agustus 2025, demokrasi Indonesia terus dijerumuskan ke jurang yang lebih dalam oleh rezim saat ini.
Data yang disampaikan Faiz menyingkap angka kelam sepanjang sejarah Republik Indonesia. Aparat kepolisian melakukan perburuan dan menangkap hampir 7.000 orang, dengan 703 dari 6.719 orang yang ditangkap menjalani proses pengadilan dan dijerat berbagai instrumen pidana. Ia menilai gelombang protes tahun lalu adalah bukti kebangkitan kesadaran warga, terutama anak muda, untuk merebut kembali negara yang dinilai telah dibajak oligarki.
Diskusi malam itu menghadirkan berbagai organisasi seperti PMII, HMI, IMM, KP-Alternatif, Wahana Baca, dan Aliansi BEM Pasuruan Raya. Sorotan juga menyeret realitas kekerasan aparat di tingkat lokal, khususnya Tragedi Beji yang menewaskan warga sipil bernama WD. Para peserta sepakat bahwa impunitas dan kekerasan institusi bukan sekadar adegan layar, melainkan ancaman nyata yang merenggut nyawa di Pasuruan.
Lambannya proses hukum dan pergantian kepemimpinan di Polres Pasuruan dinilai sebagai sinyal bahaya adanya upaya normalisasi dan pengaburan kasus. Forum Konsolidasi Lintas Gerakan di Pasuruan Nobar Makin Ditekan Makin Melawan Jadi Pemantik Rawat Ingatan dan Perlawanan ini pun berakhir dengan penyatuan sikap. Gabungan elemen mahasiswa sepakat terus merapatkan barisan, mengawal isu kebebasan sipil, serta menolak bungkam terhadap segala bentuk kesewenang-wenangan penguasa.













