Pasuruan Terkini – Probolinggo — Kondisi yang awalnya tampak tenang berubah menjadi tragedi memilukan. Seorang perempuan tunawisma ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di depan rumah kontrakan milik warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Senin pagi (5/10/26). Korban sebelumnya terlihat sedang tidur dan tidak banyak warga yang curiga akan kematian yang menimpanya.
Peristiwa ini memicu gelombang duka bagi masyarakat sekitar. Awalnya, korban sempat dikenal dengan kebiasaan berkeluyuran di kawasan Ketapang. Ia kerap beristirahat di area pemakaman, sebuah aktivitas yang dianggap biasa oleh warga setempat. Tak seorang pun menduga jika keesokan paginya, korban dalam kondisi sudah tak bernyawa.
Detik-Detik Penemuan Jenazah
Kisah pilu bermula ketika pukul 05.30 WIB. Bu Ngati, seorang warga setempat, kebetulan melintas di depan kontrakan tersebut dan melihat sosok terbaring tanpa pakaian. Menganggapnya hanya tertidur, ia segera menyuruh saudara untuk menutupi tubuh korban dengan kain. Namun, saat kain hendak dilipatkan, sang saudara terkejut mendapati bahwa tubuh korban sudah kaku.
Kabar mengenai penemuan tersebut langsung tersebar. Para saksi mata kemudian memberikan keterangannya kepada petugas kepolisian. Rute perjalanan jenazah pun dilanjutkan ke kamar mayat RSUD dr. Moh. Saleh untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Seluruh proses evakuasi berlangsung dengan prosedur resmi yang diterapkan oleh aparat.
Identitas Korban
Berdasarkan data dari Polsek Kademangan, korban diidentifikasi sebagai Santi (52), seorang warga asli Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ia tercatat sebagai perempuan tunawisma yang diketahui sering menghuni area sekitar Kelurahan Ketapang. Tidak ada informasi jelas mengenai alasan ia merantau dan tinggal di Probolinggo tanpa tempat tinggal tetap.
Pihak kepolisian juga mencatat beberapa poin penting terkait riwayat kesehatan Santi. Dalam beberapa waktu terakhir, korban sempat mengalami batuk. Hal inilah yang kemudian memperkuat dugaan bahwa kematiannya terjadi secara alami akibat penyakit, bukan karena tindak kejahatan.
Hasil Pemeriksaan Kepolisian
Kapolsek Kademangan, Kompol Suharsono, menjelaskan bahwa timnya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan untuk melengkapi berkas penyelidikan. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya luka-luka pada tubuh korban.
Suharsono juga merupakan eks Kasat Narkoba Polres Probolinggo Kota. Pengalaman tersebut membantu tim untuk meninjau seluruh sudut kasus dengan cermat. Hingga saat ini, belum ada indikasi bahwa kematian Santi disebabkan oleh tindakan kriminal atau kekerasan apapun.
Dugaan Penyebab Kematian
Telah lama diyakini bahwa kasus Dikira Tertidur Wanita Tuna Wisma di Kota Probolinggo Ternyata Meninggal Dunia ini merupakan akhir dari rantai kesedihan yang panjang. Sisa-sisa kehidupan tunawisma, ditambah dengan kondisi kesehatan yang menurun, tampaknya menjadi faktor utama. Batuk yang diderita korban akhir-akhir ini semakin menguatkan hipotesis penyebab alami.
Warga sekitar pun mengungkapkan rasa kasihan mereka. Santi sering terlihat sendirian dan jarang berinteraksi dengan penduduk lain. Kehadirannya di kawasan pemakaman pun lebih dianggap sebagai mencari tempat berlindung dari cuaca, bukan sebagai gangguan ketertiban umum.
Kasus ini kembali mengisyaratkan pentingnya perhatian lebih terhadap kelompok rentan seperti tuna wisma. Banyak dari mereka yang hidup tanpa jaring pengaman sosial, sehingga risiko kesehatan dan keselamatan menjadi sangat tinggi. Dikira Tertidur Wanita Tuna Wisma di Kota Probolinggo Ternyata Meninggal Dunia seharusnya menjadi pengingat bagi semua pihak agar lebih peka terhadap penderitaan sesama.













