Berita  

Krisis Air di Enam Kecamatan Lumajang, Darurat Kekeringan Diperpanjang

Krisis Air di Enam Kecamatan Lumajang, Darurat Kekeringan Diperpanjang
Krisis Air di Enam Kecamatan Lumajang, Darurat Kekeringan Diperpanjang

Pasuruan Terkini – Lumajang — Masa Tanggap Darurat Kekeringan Lumajang Diperpanjang 65 Hari hingga 8 Desember 2026. Enam kecamatan masih mengalami krisis air bersih yang berdampak signifikan terhadap kehidupan warga.

Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan Surat Keputusan Bupati untuk perpanjangan status tanggap darurat bencana kekeringan. Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho menegaskan bahwa pengajuan tersebut masih dalam proses.

“Belum, rencana kami ajukan SK Bupati perpanjangan tanggap darurat kekeringan selama 65 hari,” ujar Isnugroho pada Senin (5/10/26).

Wilayah-wilayah yang masih terdampak kekeringan tersebar di enam kecamatan, yaitu Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Padang, dan Senduro. Kondisi ini memaksa sebagian besar masyarakat di area terdampak kesulitan mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Isnugroho menjelaskan bahwa beberapa desa masih membutuhkan penanganan khusus, termasuk Bedayu, Talang, serta sejumlah desa di Kecamatan Kedungjajang. Distribusi air bersih menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Lumajang guna menekan dampak kekurangan air.

Sebelumnya, Pemkab Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan selama 90 hari. Status tersebut berlaku mulai 14 Juli 2026 hingga 7 Oktober 2026, seiring dengan maraknya krisis air bersih yang terjadi selama puncak musim kemarau tahun ini.

Dengan adanya perpanjangan ini, diharapkan penanganan bencana kekeringan dapat berjalan lebih optimal. Tanggap Darurat Kekeringan Lumajang Diperpanjang 65 Hari menandakan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan air bersih yang masih melanda wilayah-wilayah tertentu.

Meski masa tanggap darurat telah berakhir, realitanya bencana kekeringan masih terus melanda enam kecamatan di Lumajang. Oleh karena itu, percepatan perpanjangan SK Bupati sangat diharapkan agar bantuan dan distribusi air bersih dapat terus berjalan tanpa hambatan administratif.

BPBD Lumajang terus melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah rawan kekeringan. Fokus utama saat ini adalah memastikan akses air bersih tetap mengalir ke desa-desa paling terpukul, seperti Bedayu dan Talang. Tanpa intervensi cepat, kondisi warga diperkirakan akan semakin sulit seiring berjalannya waktu.

Pemkab Lumajang juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak menggunakan air bersih dan menghemat konsumsi sehari-hari. Upaya antisipasi lainnya meliputi pengadaan bak penampungan air serta distribusi menggunakan truk tangki ke wilayah yang paling membutuhkan.

Perluasan area kering ini menjadi perhatian serius karena tidak hanya mengganggu aktivitas domestik, tetapi juga berpotensi memengaruhi sektor pertanian dan peternakan di enam kecamatan tersebut. Jika keadaan tidak kunjung membaik, gangguan ekonomi lokal bisa semakin meluas.

Masyarakat di enam kecamatan tersebut kini masih menunggu kepastian administratif terkait perpanjangan status tanggap darurat. Selama proses SK Bupati belum keluar, operasional bantuan dari BPBD tetap berjalan sesuai kapasitas yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *