Berita  

BPBD Mojokerto Asah 80 Personel Hadapi Bencana Hutan

BPBD Mojokerto Asah 80 Personel Hadapi Bencana Hutan
BPBD Mojokerto Asah 80 Personel Hadapi Bencana Hutan

Pasuruan Terkini – Pemkab Mojokerto Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dalam Penangulangan di Medan Bencana melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kegiatan berlangsung di Royal Caravan Hotel, Trawas, dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian.

Pelatihan ini menyasar kesiapsiagaan serta profesionalisme personel dalam menghadapi ancaman bencana alam. Fokus utamanya adalah wilayah hutan dan pegunungan yang memiliki risiko tersendiri.

Tujuan dan Konteks Kegiatan

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa keindahan alam Kabupaten Mojokerto menyimpan risiko nyata. Cuaca ekstrem, tanah longsor, hingga pendaki atau penyintas yang tersesat menjadi ancaman yang harus diantisipasi.

Ia menilai keahlian penyelamatan di medan hutan dan gunung bukan lagi keterampilan tambahan. Menurutnya, kemampuan itu merupakan instrumen wajib bagi seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan bencana.

“Pelatihan peningkatan kapasitas aparatur dalam penanganan keadaan darurat dan jungle rescue atau penyelamatan di medan hutan dan gunung bukanlah lagi sekadar keterampilan tambahan, tapi sebuah instrumen keahlian yang wajib dimiliki oleh semua pemangku kepentingan dalam penanganan bencana,” tuturnya.

Pemkab Mojokerto Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dalam Penangulangan di Medan Bencana ini juga menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah terhadap upaya kegawatdaruratan. Kesiapsiagaan aparatur dan relawan dinilai menopang keberlanjutan sektor pariwisata.

Kesiapsiagaan dan Citra Pariwisata

Wakil Bupati menyoroti pentingnya ketangkasan personel BPBD dan Tim Reaksi Cepat (TRC). Keduanya menjadi fondasi untuk memberikan jaminan rasa aman bagi wisatawan yang berkunjung.

“Citra pariwisata bukan sekadar keindahan alam, infrastruktur, tetapi bagaimana menjaga dan waspada akan potensi-potensi alam yang indah ini, kalau kita meremehkan, ini bisa menjadi bencana, jadi saya kira teman-teman di BPBD ini sangat berpotensi untuk mengawal bagaimana pariwisata kita akan berkembang di kemudian harinya,” ujarnya.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, menyanggupi pengoptimalan potensi wisata alam. Ia berpandangan setiap organisasi pemerintah daerah (OPD) semestinya turut berperan mendukung kepariwisataan sebagai penunjang ekonomi masyarakat.

“Kami juga punya pola pikir di mana setiap OPD adalah ‘Dinas Pariwisata’, sehingga BPBD akan selalu komit untuk mendukung semua kegiatan yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto, terutamanya sport tourism,” jelasnya.

Peserta dan Rangkaian Penutupan

Berdasarkan laporan Kalaksa BPBD, peserta pelatihan berjumlah 80 orang personel. Mereka berasal dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) atau TRC Kabupaten Mojokerto, pemadam kebakaran, perwakilan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta mitra BPBD lainnya.

Adapun rangkaian peserta kegiatan dapat dilihat pada rincian berikut:

  • Pusdalops atau TRC Kabupaten Mojokerto
  • Petugas pemadam kebakaran
  • Perwakilan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB)
  • Mitra BPBD Kabupaten Mojokerto lainnya

Kegiatan Pemkab Mojokerto Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dalam Penangulangan di Medan Bencana ditutup secara resmi. Penutupan diwarnai seruan pembakar semangat “Salam Tangguh” dan pantun kebersamaan, lalu dilanjutkan sesi foto bersama seluruh jajaran pejabat dan peserta pelatihan.

Dengan pelatihan ini, Pemkab Mojokerto Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dalam Penangulangan di Medan Bencana diharapkan memperkuat kesiapan personel. Harapannya, penanganan keadaan darurat di kawasan hutan dan pegunungan dapat berjalan lebih cepat dan terukur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *