Pasuruan Terkini – Rutan Bangil Bekali WBP Perempuan dengan Keterampilan Menjahit untuk Masa Depan melalui sosialisasi program yang berlangsung di Aula Utama, Jumat (2/10). Kegiatan ini menyasar warga binaan pemasyarakatan perempuan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.
Program tersebut melibatkan peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Mereka hadir untuk memperkenalkan dasar-dasar tata busana kepada para peserta.
Sejumlah WBP perempuan mengikuti jalannya acara dengan antusias. Pendampingan dilakukan oleh jajaran Rutan Bangil, termasuk Kepala Sub Seksi Pengelolaan Julianti bersama staf pembinaan.
Dalam sosialisasi itu, peserta magang Kemenaker memaparkan materi mengenai keterampilan menjahit. Penjelasan mencakup dasar tata busana hingga peluang pengembangan menjadi keterampilan produktif.
Keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi WBP setelah menyelesaikan masa pembinaan dan kembali ke tengah masyarakat. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini diarahkan untuk mendorong kreativitas dan kemandirian WBP perempuan.
Keterampilan menjahit juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif sesuai kemampuan masing-masing. Dengan begitu, Rutan Bangil Bekali WBP Perempuan dengan Keterampilan Menjahit untuk Masa Depan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial.
Kepala Sub Seksi Pengelolaan Rutan Bangil, Julianti, mengatakan pembinaan keterampilan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan kemandirian WBP. Menurutnya, kolaborasi dengan peserta magang Kemenaker menjadi salah satu upaya menghadirkan program yang memiliki manfaat praktis bagi WBP.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap WBP mendapatkan keterampilan yang dapat dikembangkan sebagai bekal ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat,” kata Julianti.
Rutan Bangil menyatakan akan terus mendorong kegiatan pembinaan yang dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian WBP selama menjalani masa pembinaan. Langkah ini sejalan dengan upaya Rutan Bangil Bekali WBP Perempuan dengan Keterampilan Menjahit untuk Masa Depan secara berkelanjutan.
Program menjahit ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang menyiapkan WBP perempuan menghadapi kehidupan setelah masa pidana. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menopang kemandirian ekonomi mereka di masyarakat.







