Berita  

Ayik Suhaya Meredam Warga PIER Pasuruan

Ayik Suhaya Meredam Warga PIER Pasuruan
Ayik Suhaya Meredam Warga PIER Pasuruan

Pasuruan Terkini – Pasuruan — Wakil Gubernur Jawa Timur Ayik Suhaya turut hadir meredakan ketegangan warga sekitar pabrik smelter di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). Dalam audensi yang berlangsung Kamis (22/10/2026), Ayik Suhaya menegaskan bahwa stabilitas keamanan harus terus dijaga agar investor tidak takut berinvestasi di wilayah ini.

Ketegangan muncul setelah sejumlah warga merasa khawatir menyaksikan kehadiran aparat penegak hukum bersenjata di area pabrik. Humas pihak smelter, Rama, menjelaskan bahwa aksi audensi dipicu oleh adanya miskomunikasi antara warga dan perusahaan. Kehadiran aparat sendiri didasarkan pada laporan ancaman pembunuhan yang diterima pihak investor asing dari luar.

Ayik Suhaya menekankan pentingnya menjaga kondusivitas daerah demi iklim investasi yang sehat. Ia menyatakan jangan sampai persoalan yang semestinya terselesaikan lewat dialog justru berubah menjadi konflik berkepanjangan dan menimbulkan keraguan di kalangan calon investor. “Investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tetapi kondusivitas juga harus dipelihara bersama,” tegasnya.

Humas smelter Rama menambahkan bahwa kehadiran aparat keamanan merupakan langkah protokol setelah investor menerima ancaman. Namun, ia mengakui bahwa proses sosialisasi kepada warga soal alasan kedatangan aparat masih perlu ditingkatkan agar tidak menimbulkan salah persepsi baru.

Ayik Suhaya juga mengimbau warga agar tidak mudah diadu domba oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Perbedaan kepentingan antara masyarakat dan perusahaan dipandang sebagai hal wajar yang dapat diselesaikan melalui jalur komunikasi terbuka dan mediasi pemerintah daerah. Peran pemerintah Kabupaten Pasuruan dianggap krusial sebagai mediator agar perselisihan serupa tidak berulang di masa depan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa iklim investasi yang sehat tidak hanya bergantung pada keamanan fisik perusahaan, tetapi juga pada kepercayaan dan hubungan harmonis antara perusahaan, masyarakat, dan aparat. Pemerintah daerah dituntut untuk memastikan transparansi komunikasi, Accountability komitmen tenaga kerja lokal, serta realisasi program CSR yang terukur dan bermanfaat.

Ketegasan Ayik Suhaya dalam meredam gejolak diharapkan menjadi langkah awal penyelesaian yang lebih komprehensif. Investor membutuhkan kepastian keamanan, masyarakat membutuhkan kepastian manfaat, dan pemerintah wajib memastikan keseimbangan keduanya berjalan beriringan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *