Berita  

Antrean BBM di Madura Mengular, politisi desak evaluasi distribusi

Antrean BBM di Madura Mengular, politisi desak evaluasi distribusi
Antrean BBM di Madura Mengular, politisi desak evaluasi distribusi

Pasuruan Terkini – Permasalahan antrean BBM di Madura Mengular Slamet Ariyadi PAN Desak Pertamina Evaluasi Distribusi menjadi sorotan serius setelah ribuan kendaraan antri panjang di sejumlah SPBU pada wilayah Madura. Anggota DPR RI dari Fraksi PAN daerah pemilihan Jawa Timur XI itu menyatakan kondisi ini mengkhawatirkan dan menuntut langkah cepat dari perusahaan energi nasional.

Wilayah Kabupaten Bangkalan dan Pamekasan mencatat kekosongan stok BBM di sejumlah stasiun pengisian. Para pengendara kendaraan pribadi, angkutan umum, nelayan, serta petani hingga pelaku usaha mikro merasakan dampaknya secara langsung. Aktivitas harian mereka berjalan tersendat karena ketergantungan pada ketersediaan bahan bakar.

Slamet Ariyadi menekankan bahwa mekanisme delivery order atau DO harus segera ditinjau ulang. Alokasi pasokan perlu disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar berdasarkan ketersediaan keseluruhan. Ia menilai ketidaksesuaian antara jadwal pengiriman dengan realita kebutuhan masyarakat menjadi akar persoalan utama.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan telah resmi menyurati PT Pertamina Patra Niaga untuk meminta klarifikasi terkait keterlambatan pasokan. Sementara itu, pemantauan di Pamekasan mengungkap dugaan ketidaktertiban administrasi penyaluran BBM bersubsidi yang patut mendapat perhatian khusus.

WilayahKondisiTindak Lanjut
BangkalanKekosongan BBM bersubsidiSurat resmi ke Pertamina
PamekasanAntrean panjang dan keterlambatanPemantauan distribusi

Karakteristik Madura sebagai wilayah kepulauan menambah kompleksitas perencanaan distribusi. Faktor jarak tempuh dan aksesibilitas laut turut memengaruhi ketepatan waktu pengiriman BBM ke setiap titik penyediaan.

Dampak ekonomi dari kelangkaan BBM tidak bisa diremehkan. Rantai distribusi barang, operasional perikanan, dan kegiatan pertanian berpotensi terhambat jika kondisi ini berlangsung berkepanjangan. Waktu yang terbuang untuk mengantre semakin memperberat beban masyarakat berpenghasilan rendah.

Slamet mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi. Pertamina, pemerintah daerah, dan pengelola SPBU harus bekerja sinergis mengidentifikasi hambatan pengiriman serta menanggulangi kendala secara tuntas.

Politisi tersebut juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM secukupnya. Pembelian berlebihan maupun penimbunan justru memperburuk tekanan terhadap pasokan yang sudah terbatas. Ketenangan warga menjadi kunci agar situasi tidak kian memanas.

Harapannya, penyesuaian alokasi dan percepatan pengiriman bisa segera meredakan Antrean BBM di Madura Mengular Slamet Ariyadi PAN Desak Pertamina Evaluasi Distribusi yang kini menjadi perhatian publik. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi diharapkan dapat mengembalikan stabilitas pasokan di seluruh Madura.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *