Pasuruan Terkini – Podcast JAWARA Kabarpas bersama Adinda Denisa Kupas Tuntas Regulasi dan Strategi Pemda Dorong UMKM Naik Kelas menjadi ruang diskusi terbaru DPRD Kabupaten Pasuruan. Program Jagongan Wakil Rakyat ini kembali digelar dengan mengangkat tema strategi nyata serta regulasi daerah untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Acara tersebut dipandu oleh Shohibul Hujjah, S.Sos.I., M.I.Kom. Diskusi menghadirkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Adinda Denisa, S.Psi., M.M., serta Owner CV Alif Muclisin Artspace, Dr. Alif Sukma Muclisin.
Dalam forum Podcast JAWARA Kabarpas bersama Adinda Denisa Kupas Tuntas Regulasi dan Strategi Pemda Dorong UMKM Naik Kelas, Dr. Alif menyoroti dinamika yang dihadapi pelaku UMKM, seniman, dan budayawan di Pasuruan. Menurutnya, hambatan administratif perlahan mulai teratasi, tetapi persoalan mendasar di hilir masih membayangi.
Ia menilai pelaku UMKM kini tidak lagi kesulitan dengan hal administratif seperti pajak maupun HKI. Meski demikian, kendala utama bagi pelaku UMKM, seniman, dan budayawan adalah minimnya akses informasi, branding, serta keberadaan investor.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Adinda Denisa menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung permodalan dan penguatan ekosistem kreatif. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah sebenarnya memiliki alokasi dana hibah, dengan sejumlah persyaratan regulasi yang harus dipenuhi.
Adinda juga menambahkan bahwa Pemda terus memperkuat fasilitas penunjang promosi bagi pelaku usaha. Wadah seperti Pasuruan Creative Center (PCC) disiapkan sebagai inkubator pelatihan sekaligus pusat produksi konten kreatif dan publikasi produk lokal.
Melalui sinergi fasilitas tersebut, UMKM dan pegiat seni diharapkan mampu memperluas pasar hingga mandiri secara berkelanjutan. Diskusi dalam Podcast JAWARA Kabarpas bersama Adinda Denisa Kupas Tuntas Regulasi dan Strategi Pemda Dorong UMKM Naik Kelas menyoroti pentingnya kolaborasi antara regulasi, pendanaan, dan promosi.
Pembahasan ini menegaskan bahwa persoalan UMKM tidak berhenti pada aspek administratif. Akses informasi, branding, dan kehadiran investor menjadi pekerjaan rumah yang perlu dijawab bersama.
Pemerintah daerah berperan menyiapkan regulasi dan fasilitas pendukung. Sementara pelaku usaha didorong memanfaatkan ruang kreatif yang tersedia agar produk lokal semakin dikenal.
Dengan adanya dana hibah, pendampingan, serta pusat kreatif, ekosistem usaha di Pasuruan diharapkan tumbuh lebih kuat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM naik kelas secara berkelanjutan.





