ITS Dampingi UMKM Oro-Oro Ombo Kulon Siapkan Sertifikasi Halal Jelang Mandatory Halal 2026, Begini Langkahnya

Portal Berita Pasuruan Terkini
Gambar Thumbnail Default Pasuruan Terkini

Pasuruan TerkiniITS Dampingi UMKM Oro-Oro Ombo Kulon Siapkan Sertifikasi Halal Jelang Mandatory Halal 2026 menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi halal di kawasan wisata. Program ini menyasar pelaku usaha Warung Kampung Mangga dan UMKM di Desa Oro-Oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan berlangsung pada 11-13 September 2026.

Tim Kuliah Kerja Nyata Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas) ITS terjun langsung memberikan pendampingan. Mereka membantu pelaku usaha makanan dan minuman memahami serta memenuhi persyaratan sertifikasi halal. Program ini diketuai oleh Rindang Fajarin, S.Si., M.Si., dan melibatkan 15 mahasiswa dari Departemen Teknik Material dan Metalurgi (DTMM) ITS.

Sosialisasi sertifikasi halal turut dihadiri Kepala Desa Oro-Oro Ombo Kulon Hariono beserta jajaran dan perwakilan BUMDes setempat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya penguatan produk halal di wilayah tersebut.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, para mahasiswa menerima pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) dari Lembaga Pelatihan dan Pengkajian Produk Halal (LP3H) ITS. Pelatihan ini membekali mahasiswa dengan pengetahuan tentang kriteria halal dan haram, identifikasi bahan kritis, penyusunan dokumen, hingga tahapan pengajuan sertifikasi melalui sistem Sihalal milik BPJPH.

“Sertifikasi halal penting bagi UMKM dalam menyongsong mandatory halal 18 Oktober 2026,” ujar Rindang. Pernyataan ini menegaskan urgensi program di tengah tenggat waktu yang semakin dekat.

Setelah pembekalan, tim KKN Abmas melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya jaminan produk halal, mulai dari penggunaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, hingga penyajian produk. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi.

Tidak berhenti di sosialisasi, mahasiswa juga melakukan pendataan terhadap UMKM yang berpotensi mengikuti program sertifikasi halal. Pendataan ini mengidentifikasi jenis usaha, produk yang dihasilkan, bahan-bahan yang digunakan, serta kesiapan masing-masing pelaku usaha. Hasil pendataan menjadi dasar pendampingan lebih lanjut.

Selanjutnya, mahasiswa mendampingi pelaku UMKM dalam mempersiapkan dokumen dan informasi yang dibutuhkan untuk proses pengajuan sertifikasi halal. Pendampingan ini diharapkan mempermudah pelaku usaha, khususnya UMKM di kawasan wisata petik mangga Oro-Oro Ombo Kulon, untuk mendapatkan sertifikasi halal.

Selain meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan jaminan produk halal, sertifikasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk makanan dan minuman yang dijual di kawasan wisata tersebut. Kepercayaan konsumen menjadi kunci daya saing UMKM di era mandatory halal.

Rindang berharap kegiatan KKN Abmas ITS dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelaku usaha sekaligus ikut memperkuat ekosistem ekonomi halal di Kabupaten Pasuruan. “Semoga kegiatan ini bisa mendukung ekosistem halal di tempat wisata petik mangga khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” tutur Rindang.

ITS Dampingi UMKM Oro-Oro Ombo Kulon Siapkan Sertifikasi Halal Jelang Mandatory Halal 2026 menjadi bukti nyata kolaborasi perguruan tinggi dengan masyarakat. Program ini tidak hanya membantu UMKM memenuhi regulasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi halal di daerah wisata. Ke depan, diharapkan semakin banyak UMKM yang tersertifikasi halal dan siap bersaing.

Dengan pendampingan yang menyeluruh, pelaku UMKM di Oro-Oro Ombo Kulon memiliki bekal cukup untuk menghadapi mandatory halal 2026. Langkah ITS ini patut menjadi contoh bagi institusi lain dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *