Pasuruan Terkini – Dari Sekolah di Lereng Tutur Semangat Cinta Rupiah Ditanamkan Sejak Dini BI Malang Hadirkan Edukasi CBP Rupiah untuk Siswa SDN Ngadirejo I Tutur menjadi penanda bahwa literasi mata uang nasional bisa dimulai dari ruang kelas paling sederhana. Bertempat di Kabupaten Pasuruan, siswa SDN Ngadirejo I Tutur mengikuti pengenalan Rupiah yang dikaitkan langsung dengan kebiasaan sehari-hari.
Pendekatan yang dipakai bukan teori ekonomi rumit. Anak-anak justru diajak memahami uang dari hal yang mereka alami sendiri, seperti membeli jajanan, menabung, hingga membantu orang tua berbelanja.
Kegiatan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah bersama Bank Indonesia Malang ini merupakan agenda edukasi rutin sekolah yang digelar setahun sekali. Tahun ini menjadi pelaksanaan kedua bagi SDN Ngadirejo I Tutur.
Antusiasme tampak sepanjang acara. Para siswa mengenakan seragam sekolah dan menyimak materi tentang nominal, bentuk, serta cara memperlakukan Rupiah dengan baik.
Belajar dari Koin yang Sering Diabaikan
Bagi sekolah, edukasi ini punya makna lebih luas. Nilai-nilai karakter dibangun lewat pembiasaan sederhana, salah satunya melalui program unggulan bernama “SDN Ngadirejo I Tutur Peduli Uang Koin.”
Program tersebut mendorong siswa memberi perhatian pada uang pecahan koin. Selama ini koin kerap dianggap remeh karena nominalnya kecil. Sekolah ingin mengubah cara pandang itu.
Pesan yang ditanamkan jelas: nilai kecil bukan alasan untuk mengabaikan. Setiap pecahan Rupiah memiliki arti dan harus diperlakukan dengan baik.
“Melalui program Peduli Uang Koin, kami ingin membangun kebiasaan sederhana pada anak-anak. Mereka belajar menghargai setiap pecahan Rupiah, termasuk koin. Dari kebiasaan kecil tersebut kami berharap tumbuh sikap disiplin, tanggung jawab, hemat, dan menghargai sesuatu yang dimiliki,” ujar Kepala SDN Ngadirejo I Tutur.
Menjaga Kesinambungan Edukasi Rupiah
Kerja sama edukatif ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan literasi Rupiah kepada generasi muda. Sekolah berharap siswa tak hanya tahu Rupiah sebagai alat pembayaran, tetapi juga memahami maknanya sebagai mata uang Indonesia.
Pengetahuan itu diharapkan dibawa anak ke lingkungan keluarga. Anak yang paham pentingnya menghargai Rupiah bisa menjadi pengingat sederhana di rumah, misalnya tidak membuang koin, menyimpan uang dengan baik, dan membelanjakan sesuai kebutuhan.
Kegiatan CBP Rupiah di SDN Ngadirejo I Tutur tidak berhenti sebagai acara sehari. Sekolah berkomitmen menjadikannya agenda tahunan agar edukasi terus diterima generasi siswa berikutnya.
Tahun kedua pelaksanaan menjadi penanda bahwa sekolah menjaga kesinambungan program. Setiap tahun, siswa mendapat kesempatan memperoleh pengetahuan tentang Rupiah dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan mereka.
Di tengah perubahan zaman dan berkembangnya berbagai metode pembayaran, pengenalan terhadap Rupiah tetap punya tempat penting dalam pendidikan anak. Sebelum berbicara tentang transaksi dan nilai ekonomi, anak-anak perlu lebih dulu belajar satu hal mendasar: menghargai uang yang mereka gunakan.
Dari SDN Ngadirejo I Tutur, pesan itu dimulai dari hal sederhana. Dari satu keping koin, satu kebiasaan baik, dan satu generasi anak yang belajar untuk Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.





