Pasuruan Terkini – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan untuk Tekan Angka Kecelakaan semakin nyata dengan kesiapan anggaran Rp1 Miliar yang dialokasikan khusus untuk perbaikan keselamatan di Simpang Patung Sapi Pandaan. Kawasan persimpangan yang sempat mendapat julukan ‘jalur tengkorak’ ini akan menerima berbagai fasilitas penunjang keselamatan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan.
Kabid Lalu Lintas Dishub Pasuruan, Eritrina Pribadi Asih, menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindakan mendesak mengingat lokasi persimpangan tersebut telah berulang kali menelan korban jiwa. Anggaran senilai Rp1 Miliar itu sendiri rencananya akan dimasukkan ke dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 melalui mekanisme belanja barang menggunakan sistem e-katalog.
Setidaknya terdapat empat jenis fasilitas yang sedang dipertimbangkan untuk dipasang di Simpang Empat Patung Sapi. Pertama adalah rumble strip atau marka kejut yang berfungsi memberi peringatan fisik kepada pengendara. Kedua, rambu peringatan dengan tulisan khusus serta rambu penunjuk arah berbentuk bando. Ketiga, kamera Automatic Number Plate Recognition (ANPR) untuk memantau kecepatan kendaraan. Keempat, perangkat pengumuman suara atau announcer tools yang akan berperan sebagai pengingat visual dan auditif bagi pengguna jalan.
Dalam menjalankan program Tekan Angka Kecelakaan ini, Dishub Pasuruan juga telah melakukan koordinasi intensif dengan instansi yang berwenang atas pengelolaan jalan nasional di kawasan tersebut. Karena Simpang Patung Sapi berada di ruas jalan nasional, maka komunikasi dilakukan bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk memastikan keserasian rencana pemasangan.
Eritrina menjelaskan bahwa keterlibatan APBD Pasuruan dalam penyediaan fasilitas keselamatan ini muncul karena kondisi yang dinilai sangat mendesak. Kedua instansi terkait memang memiliki kewenangan atas jalan nasional, namun pada kenyataannya tidak memiliki alokasi anggaran untuk kebutuhan penanggulangan di lokasi tersebut. Dengan demikian, Pemkab Pasuruan mengambil inisiatif langsung.
Rencana pengadaan barang melalui e-katalog diharapkan dapat mempercepat proses pengadaan sehingga seluruh fasilitas dapat terpasang sebelum akhir tahun berjalan. Dishub juga tengah menyiapkan standar teknis pemasangan yang sesuai dengan ketentuan keselamatan jalan nasional agar hasil intervensi dapat dirasakan optimal oleh masyarakat.
Target akhir dari semua upaya ini adalah terciptanya kondisi jalan yang lebih aman dan nyaman bagi para pengguna Simpang Patung Sapi Pandaan. Dengan kombinasi rambu, marka kejut, kamera pemantau, hingga sistem pengumuman suara, diharapkan pola berkendara menjadi lebih waspada dan disiplin.
Program Tekan Angka Kecelakaan di Simpang Patung Sapi Pandaan ini juga menjadi bukti nyata bahwa Pemkab Pasuruan tetap responsif terhadap kondisi lapangan. Ketegasan dalam menyikapi titik rawan accident menunjukkan prioritas utama yakni menjaga nyawa dan keselamatan publik di setiap ruas jalan yang menjadi tanggung jawab daerah.













