Pasuruan Terkini – Kunjungan Walikota Pasuruan Datang Keliling Pulang MasaBodoh Keluhan Pedagang Tidak Dihiraukan menjadi sorotan setelah rombongan pemimpin daerah menyambangi Pasar Besar Kota Pasuruan tanpa memberi ruang dialog kepada pedagang terdampak relokasi. Kehadiran Wali Kota Adi Wibowo bersama Wakil Wali Kota H. Nawawi, Ketua DPRD H. Thoyib, Pj Sekda, Kadis Disperindag Lucki Danardono, serta Kabid Pasar dan UPT Pasar Besar dinilai sekadar melihat kondisi lapangan.
Para pedagang menegaskan bahwa mereka tidak membutuhkan kunjungan seremonial. Mereka mendambakan kepastian usaha, dialog terbuka, dan solusi nyata atas sepinya pembeli serta penurunan pendapatan pasca relokasi ke dalam pasar.
Agenda Kunjungan Tanpa Dialog
Rombongan hanya terlihat berkeliling area pasar. Tidak ada sesi tanya jawab, tidak ada forum dialog terbuka, dan tidak ada penjelasan resmi mengenai langkah lanjutan pemerintah. Padahal, momentum kehadiran orang nomor satu di Kota Pasuruan bersama jajaran terkait semestinya bisa digunakan untuk menyerap langsung aspirasi pedagang.
Sejumlah pedagang mempertanyakan tujuan sebenarnya dari agenda tersebut. Jika bukan untuk mendengar keluhan dan membahas solusi, mereka menilai kunjungan itu tidak menyentuh persoalan inti. Walikota Pasuruan Datang Keliling Pulang MasaBodoh Keluhan Pedagang Tidak Dihiraukan pun menjadi gambaran kekecewaan yang menguat di kalangan pelaku usaha pasar.
Relokasi dan Dampak Ekonomi
Relokasi pedagang ke dalam pasar disebut sebagai bagian dari penataan kawasan. Namun, dampaknya dirasakan langsung oleh pedagang, mulai dari sepinya pengunjung hingga pendapatan yang menurun. Kondisi ini menuntut perhatian serius karena menyangkut keberlangsungan usaha kecil dan menengah di Kota Pasuruan.
- Sepinya pembeli setelah relokasi.
- Penurunan pendapatan harian pedagang.
- Ketidakpastian kondisi usaha pasca penataan.
- Minimnya ruang dialog dengan pemerintah.
Keberhasilan penataan pasar tidak cukup diukur dari kawasan yang lebih tertib dan bersih. Pemerintah juga dituntut memastikan pedagang tetap bisa menjalankan usaha dan memperoleh penghasilan yang layak. Jangan sampai pasar tampak rapi, tetapi pedagang justru menjerit.
Ujian bagi Pemkot Pasuruan
Persoalan ini menjadi ujian bagi Pemerintah Kota Pasuruan. Publik kini menunggu langkah konkret, apakah akan dibuka forum dialog khusus bersama pedagang relokasi atau persoalan ini kembali dibiarkan tanpa kejelasan.
Walikota Pasuruan Datang Keliling Pulang MasaBodoh Keluhan Pedagang Tidak Dihiraukan menunjukkan bahwa kehadiran pejabat tidak otomatis menyelesaikan masalah. Diperlukan komitmen untuk mendengar, merespons, dan mengeksekusi solusi yang berpihak pada rakyat kecil.
Pedagang berharap pemerintah tidak berhenti pada kunjungan simbolik. Mereka menanti kebijakan yang menjawab persoalan nyata di lapangan, termasuk strategi meningkatkan kunjungan pembeli dan menjaga stabilitas pendapatan. Tanpa itu, kekecewaan akan terus mengendap dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan pasar bisa tergerus.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai rencana forum dialog lanjutan. Walikota Pasuruan Datang Keliling Pulang MasaBodoh Keluhan Pedagang Tidak Dihiraukan menjadi penanda bahwa suara pedagang masih menunggu jawaban konkret dari pemerintah kota.













