Bulog Siapkan 20 Ton Beras SPHP Perkuat Pasokan Pangan di Pasuruan

Bulog Siapkan 20 Ton Beras SPHP Perkuat Pasokan Pangan di Pasuruan
Bulog Siapkan 20 Ton Beras SPHP Perkuat Pasokan Pangan di Pasuruan

Pasuruan Terkini – Perum Bulog Kantor Cabang Malang mengambil langkah konkret untuk memastikan kebutuhan pangan warga Kota Pasuruan tetap terpenuhi. Melalui program Bulog Siapkan 20 Ton Beras SPHP Perkuat Pasokan Pangan di Pasuruan, perusahaan pelat merah itu menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan ke sejumlah pasar tradisional.

Langkah tersebut bertujuan mempermudah akses masyarakat terhadap beras sekaligus menjaga ketersediaan komoditas di tingkat pasar. Penyaluran dilakukan secara bertahap sepanjang pekan ini.

Pimpinan Perum Bulog Kanca Malang, Muhammad Nurjuliansyah Rahman, menjelaskan bahwa sebagian pasokan digelontorkan pada Rabu, sedangkan sisanya dijadwalkan Jumat. Total volume yang disiapkan mencapai 20 ton untuk pekan ini.

Empat Pasar Tradisional Jadi Sasaran Distribusi

Distribusi beras SPHP kali ini menyasar sejumlah pasar tradisional di Kota Pasuruan, yakni Pasar Gadingrejo, Pasar Karangketug, Pasar Besar, dan Pasar Kebonagung. Setiap pedagang di empat pasar tersebut menerima pasokan dengan volume bervariasi, mulai dari 500 kilogram hingga 1.000 kilogram.

Penambahan pasokan ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan beras dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Bulog juga memastikan stok SPHP masih tersedia di gudang.

Nurjuliansyah membantah informasi yang menyebut beras SPHP mengalami kelangkaan di pasar. Menurutnya, isu tersebut tidak berdasar karena pihaknya terus menyalurkan pasokan secara rutin.

“Kami sudah perintahkan untuk gelontorkan beras SPHP ke beberapa pasar. Jadi kalau ada isu beras SPHP langka, itu hanya isu. Tidak ada kelangkaan, stoknya ada dan kami terus salurkan ke pasar,” tegasnya.

Pilihan Beras Medium Bantu Tekan Permintaan Premium

Kehadiran tambahan pasokan itu juga dinilai penting oleh para pedagang. Pemilik Toko Sunarti di kawasan Pasar Kebonagung, Sunarti, menyebut SPHP menjadi salah satu pilihan bagi konsumen yang mencari beras dengan harga lebih rendah dibandingkan beras premium.

“Dengan adanya SPHP, masyarakat punya pilihan beras dengan harga yang lebih terjangkau. Yang penting pasokannya terus ada sehingga pembeli tidak kesulitan mendapatkannya,” ujar Sunarti.

Beras SPHP yang dipasarkan Bulog merupakan beras kualitas medium. Pemerintah juga menetapkan batas harga jual melalui Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga pedagang tidak diperkenankan menjual produk tersebut melebihi ketentuan yang berlaku.

“HET beras SPHP maksimal Rp12.500,” tegas Nurjuliansyah.

Keberadaan beras medium, menurut Bulog, dapat menjadi instrumen untuk mengurangi tekanan permintaan terhadap beras premium. Konsumen memiliki pilihan sesuai kebutuhan dan kemampuan daya beli, sementara pemerintah tetap memiliki instrumen untuk menjaga pasokan pangan di tingkat pasar.

“Seharusnya dengan permintaan premium yang tinggi, dengan ada pilihan beras medium, itu harusnya efektif. Tinggal pilihan dari konsumen sendiri, mau beli yang premium atau medium,” ungkap Nurjuliansyah.

Kemasan Baru SPHP Masih Tahap Lelang

Selain memperkuat distribusi, Bulog juga sedang menyiapkan perubahan kemasan beras SPHP. Kemasan baru belum dapat digunakan karena masih melalui tahapan lelang serta proses produksi.

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, kemasan tersebut diperkirakan mulai digunakan pada 2027 atau dapat diterapkan lebih cepat pada akhir 2026.

“Untuk kemasan baru SPHP mungkin diperkirakan baru bisa running tahun depan atau lebih cepat akhir tahun ini,” jelasnya.

Sebelum kemasan baru digunakan secara penuh, Bulog masih akan memanfaatkan persediaan kemasan lama yang selama ini dikenal dengan kombinasi warna hijau dan kuning.

Selain rutin menyalurkan SPHP, Bulog juga menyiapkan opsi operasi pasar apabila perkembangan harga di lapangan membutuhkan intervensi lebih lanjut. Upaya tersebut nantinya akan dikoordinasikan bersama pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Melalui langkah Bulog Siapkan 20 Ton Beras SPHP Perkuat Pasokan Pangan di Pasuruan, Bulog memastikan komitmennya untuk terus memperkuat penyaluran SPHP di wilayah Pasuruan demi menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan secara berkelanjutan.

Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan ketersediaan beras medium ini sebagai alternatif yang lebih ramah kantong, tanpa harus mengurangi kualitas konsumsi harian. Dengan pasokan yang terus dijaga, tekanan terhadap harga beras premium pun diharapkan dapat diredam secara bertahap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *