Pasuruan Terkini – Bentuk Karakter Pemimpin Visioner SMP dan SMK Darul Ulum Rebalas Gelar LDKS di Banyubiru menjadi sorotan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (9–10/9/2026).
Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) digelar di Pemandian Alam Banyubiru, Pasuruan. Pesertanya adalah para mandataris kepengurusan OSIS baru. Tujuannya menyiapkan regenerasi kepengurusan organisasi sekolah.
Perwakilan Bidang Kesiswaan, Muhammad Baihaqi, menegaskan fokus LDKS pada kesiapan mental dan kapasitas siswa. “Tujuan kegiatan ini untuk melatih dan menumbuhkan sosok pemimpin yang mumpuni. Jadi, mereka tidak hanya mampu memimpin dirinya sendiri, tetapi juga bisa membina dan membawa pengaruh positif bagi anggotanya,” ujar Gus Baihaqi, sapaan akrabnya.
Materi “Membangun Pemimpin Visioner” disampaikan oleh Direktur Utama Kabarpas.com, Shohibul Hujjah. Selain teori di dalam ruangan, peserta mengikuti aktivitas luar ruang dan simulasi permainan. Aktivitas ini mengasah kekompakan, ketangkasan, serta koordinasi tim.
Ketua OSIS terpilih, Muhammad Maulidil Rosul, mengaku mendapat banyak bekal aplikatif. “Di sini kami diajarkan cara menjadi pemimpin yang baik, sekaligus dituntut memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sehari-hari,” tutur siswa yang akrab disapa Idil tersebut.
Melalui pembekalan intensif ini, pengurus OSIS SMP dan SMK Darul Ulum Rebalas Grati diharapkan mampu menjalankan roda organisasi secara solid, tanggap, dan adaptif. Bentuk Karakter Pemimpin Visioner SMP dan SMK Darul Ulum Rebalas Gelar LDKS di Banyubiru menjadi langkah strategis menyiapkan pemimpin masa depan.
LDKS ini merupakan agenda tahunan yang dirancang sebagai wadah pembekalan integritas dan karakter kepemimpinan. Para peserta tidak hanya menerima materi kepemimpinan, tetapi juga dilatih soft skill melalui permainan kelompok. Hal ini penting agar mereka mampu bekerja sama dalam tim dan mengambil keputusan cepat.
Kegiatan di Pemandian Alam Banyubiru memberikan suasana berbeda. Alam terbuka menjadi media belajar yang menyenangkan sekaligus menantang. Peserta diajak keluar dari zona nyaman dan berinteraksi langsung dengan lingkungan.
Dalam sesi “Membangun Pemimpin Visioner”, Shohibul Hujjah menekankan pentingnya visi jangka panjang. Seorang pemimpin visioner harus mampu melihat peluang dan tantangan ke depan. Ia juga harus menginspirasi anggota untuk mencapai tujuan bersama.
Gus Baihaqi menambahkan bahwa LDKS bukan sekadar seremonial. Ini adalah investasi sumber daya manusia di lingkungan sekolah. Dengan pembekalan matang, pengurus OSIS dapat menjadi motor penggerak kegiatan positif.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka berdiskusi, memecahkan masalah, dan mempresentasikan hasil simulasi. Momen ini melatih keberanian berbicara di depan umum dan menyampaikan pendapat.
Idil, ketua OSIS terpilih, berkomitmen menerapkan ilmu yang didapat. Ia ingin membawa OSIS SMP dan SMK Darul Ulum Rebalas lebih aktif dan inovatif. Dukungan dari anggota dan pembina sangat dibutuhkan untuk mewujudkannya.
Bentuk Karakter Pemimpin Visioner SMP dan SMK Darul Ulum Rebalas Gelar LDKS di Banyubiru diharapkan menjadi tradisi positif. Setiap tahun, regenerasi kepemimpinan terus disiapkan dengan metode yang relevan. Dengan begitu, organisasi siswa dapat berjalan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, LDKS ini mencakup 5W+1H: apa (LDKS), siapa (siswa OSIS baru), di mana (Banyubiru), kapan (9–10 September 2026), mengapa (menyiapkan regenerasi), dan bagaimana (pembekalan materi dan simulasi). Semua elemen ini membentuk pengalaman belajar yang utuh.
Ke depan, tantangan kepengurusan semakin kompleks. Namun, dengan karakter kepemimpinan yang kuat, para pengurus OSIS diharapkan mampu beradaptasi. Mereka juga diharapkan menjadi teladan bagi siswa lain.
LDKS di Banyubiru menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam membentuk pemimpin visioner. Bukan hanya teori, tetapi praktik langsung di lapangan. Inilah wujud nyata pendidikan karakter di SMP dan SMK Darul Ulum Rebalas Grati.













