Pasuruan Terkini – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Indonesia Mundur Mulai November 2026. Prediksi ini mencakup periode musim hujan 2026/2027 di seluruh wilayah tanah air. Hujan diproyeksikan turun secara bertahap sejak November hingga Desember 2026.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa keterlambatan tersebut dipicu oleh kuatnya pengaruh fenomena El Nino. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta Pusat pada Selasa, 22 September 2026. “Kondisi iklim terkini dan prediksi musim hujan 2026/2027 di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami awal musim hujan yang lebih lambat, atau mundur dibandingkan kondisi normalnya,” ujar Teuku Faisal.
Dampak Pergeseran terhadap Durasi Musim Hujan
Pergeseran awal musim hujan ini berdampak pada durasi musim hujan di sejumlah wilayah. BMKG memperkirakan durasi musim hujan di 482 zona musim atau 51,90 persen wilayah akan berlangsung lebih pendek dari biasanya. Meski demikian, akumulasi curah hujan di 510 zona musim atau 69,76 persen wilayah diprediksi tetap berada pada kategori normal atau mendekati rata-rata tahunan.
Informasi BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Indonesia Mundur Mulai November 2026 ini menjadi perhatian penting bagi berbagai sektor. Masyarakat diminta menyiapkan langkah adaptasi menghadapi perubahan pola hujan tersebut.
Puncak Musim Hujan Bergeser
BMKG juga memprediksi puncak musim hujan akan terjadi mulai Desember 2026 di 155 zona musim atau 36,94 persen daratan. Kemudian pada Januari 2027, puncak musim hujan diperkirakan terjadi di 162 zona musim atau 25,68 persen daratan. Selanjutnya pada Februari 2027, puncak musim hujan diprediksi terjadi di 190 zona musim atau 16,79 persen daratan.
Berikut rincian prediksi puncak musim hujan berdasarkan zona musim:
| Periode | Zona Musim | Persentase Daratan |
|---|---|---|
| Desember 2026 | 155 | 36,94% |
| Januari 2027 | 162 | 25,68% |
| Februari 2027 | 190 | 16,79% |
Faktor El Nino dan Implikasinya
El Nino menjadi faktor utama yang membuat BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Indonesia Mundur Mulai November 2026. Fenomena ini memengaruhi pola atmosfer sehingga menunda kedatangan hujan di sebagian besar wilayah. Dampaknya, durasi musim hujan menjadi lebih singkat di banyak zona musim.
Meskipun durasi lebih pendek, akumulasi curah hujan secara umum masih dalam kisaran normal. Hal ini menunjukkan bahwa meski hujan datang terlambat, volume hujan tahunan tidak mengalami penurunan signifikan. BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Dengan adanya informasi BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Indonesia Mundur Mulai November 2026, pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat melakukan perencanaan lebih baik. Sektor pertanian, pengelolaan air, dan mitigasi bencana perlu menyesuaikan jadwal tanam serta kesiapsiagaan menghadapi musim hujan yang bergeser.



