Berita  

Anggaran Dipertanyakan, Air Sulit, Wali Kota-Wawali Diminta Mundur

Anggaran Dipertanyakan, Air Sulit, Wali Kota-Wawali Diminta Mundur
Anggaran Dipertanyakan, Air Sulit, Wali Kota-Wawali Diminta Mundur

Pasuruan Terkini – Mahasiswa yang tergabung dalam BEM dan PMII Kota Pasuruan menggelar unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kota Pasuruan, Jalan Pahlawan, Rabu (23/9/2026). Dalam aksi tersebut, isu ANGGARAN DIPERTANYAKAN AIR BERSIH MASIH SULIT BEM-PMII GERUDUK PEMKOT PASURUAN WALI KOTA-WAWALI DIMINTA MUNDUR menjadi sorotan utama massa.

Mereka menilai arah kebijakan pemerintah daerah belum menyentuh kebutuhan dasar warga. Pengelolaan anggaran dianggap tidak tepat sasaran.

Keluhan Warga Panggungrejo

Mahasiswa mempertanyakan penggunaan anggaran pemerintah ketika kebutuhan dasar masyarakat masih belum terpenuhi. Salah satunya adalah persoalan air bersih.

Persoalan itu tidak hanya disampaikan mahasiswa. Seorang warga Panggungrejo turut menyampaikan keluhan mengenai kesulitan mendapatkan air bersih.

Keluhan tersebut menjadi bagian penting dalam aksi karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Mahasiswa meminta Pemkot Pasuruan tidak hanya berbicara soal program dan pembangunan, tetapi memastikan kebutuhan dasar warga benar-benar diperhatikan.

“Untuk apa anggaran besar digelontorkan kalau kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih masih sulit terpenuhi?” ujar salah satu pengunjuk rasa.

Pertanyaan itu menjadi gambaran kritik mahasiswa terhadap arah kebijakan Pemkot Pasuruan.

Tuntutan Politik Massa

Tak berhenti pada kritik anggaran dan pelayanan dasar, massa juga menyampaikan tuntutan politik yang cukup keras. Mahasiswa meminta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan mundur apabila kebijakan pemerintah dinilai tidak pro rakyat.

Aksi berlangsung di depan kantor Pemkot Pasuruan dengan membawa berbagai atribut organisasi dan poster tuntutan. Massa kemudian ditemui langsung oleh Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo bersama Wakil Wali Kota Pasuruan.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung kepada pimpinan daerah.

Pertaruhan Kebijakan

Kini persoalannya bukan sekadar mahasiswa turun ke jalan atau pemerintah menemui demonstran. Yang menjadi pertaruhan adalah bagaimana Pemkot Pasuruan menjawab kritik mengenai ketepatan sasaran anggaran dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk persoalan air bersih.

Isu ANGGARAN DIPERTANYAKAN AIR BERSIH MASIH SULIT BEM-PMII GERUDUK PEMKOT PASURUAN WALI KOTA-WAWALI DIMINTA MUNDUR menegaskan bahwa tuntutan warga tidak bisa diabaikan begitu saja.

Mahasiswa sudah bersuara. Warga juga ikut mengeluh. Tinggal bagaimana pemerintah membuktikan bahwa kebijakan yang dijalankan benar-benar berpihak kepada masyarakat.

Publik menanti langkah konkret Pemkot Pasuruan dalam menjawab persoalan anggaran dan air bersih tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *