Pasuruan Terkini – Produksi Pisang Lumajang Turun Sumber Daya Air jadi Kendala utama yang dihadapi petani di Kabupaten Lumajang. Kondisi cuaca yang menekan komoditas hortikultura membuat hasil panen diperkirakan merosot hingga 40 persen. Lahan yang semakin kering memperparah situasi tersebut.
Ketersediaan air menjadi persoalan serius bagi petani di tengah musim yang tidak bersahabat. Tanaman pisang, yang selama ini menjadi salah satu andalan daerah, turut merasakan dampaknya. Pemerintah Kabupaten Lumajang pun bergerak menyiapkan langkah antisipasi.
Strategi Lahan Kering lewat Project HDDAP
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang menyiapkan strategi pengelolaan lahan kering melalui Project HDDAP atau Horticulture Development in Dryland Areas. Program ini dirancang untuk membantu petani menghadapi tantangan Produksi Pisang Lumajang Turun Sumber Daya Air jadi Kendala.
Kabid Hortikultura DKPP Kabupaten Lumajang, Hendra Suwandaru, mengatakan komoditas pisang menjadi salah satu tanaman yang terdampak cukup besar akibat kondisi cuaca. Ia menyebut penurunan hasil mencapai angka yang signifikan.
“Untuk komoditas pisang juga terdampak besar, sampai 40 persen hasilnya. Kita sudah ada Project HDDAP untuk lahan kering yang kita garap dari hulu sampai hilir,” kata Hendra, Minggu (4/10/26).
“Mulai irigasi sampai nanti pasca panen kita garap semua untuk bisa meningkatkan hasil petani,” jelasnya.
Data Produksi dan Luas Lahan
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi pisang di Kabupaten Lumajang mencapai sekitar 115,6 ribu ton per tahun. Luas lahan yang digunakan untuk budidaya komoditas ini sekitar 3,1 ribu hektare.
Angka tersebut menunjukkan betapa pentingnya posisi pisang bagi perekonomian daerah. Namun, tekanan cuaca dan keterbatasan air membuat capaian produksi tahun ini berpotensi tidak sesuai target.
Berikut ringkasan data yang menjadi acuan:
| Indikator | Keterangan |
|---|---|
| Perkiraan penurunan produksi | Hingga 40 persen |
| Produksi tahunan (BPS) | Sekitar 115,6 ribu ton |
| Luas lahan | Sekitar 3,1 ribu hektare |
| Program penanganan | Project HDDAP |
Harapan Petani ke Depan
Persoalan Produksi Pisang Lumajang Turun Sumber Daya Air jadi Kendala menuntut solusi berkelanjutan, bukan sekadar penanganan musiman. Petani berharap dukungan irigasi dan pendampingan pasca panen dapat segera dirasakan manfaatnya.
Pengelolaan dari hulu sampai hilir menjadi kunci agar hasil panen kembali meningkat. Dengan begitu, ketahanan pangan daerah dan kesejahteraan petani bisa terjaga di tengah tantangan iklim yang kian tidak menentu.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi petani. Langkah ini diharapkan menjadi titik balik bagi produksi pisang Lumajang agar kembali bergairah meski keterbatasan air masih membayangi.









