Berita  

Tol Prosiwangi Segmen 1-2 Resmi Dibuka, Segmen 3 Masih Uji Fungsi

Tol Prosiwangi Segmen 1-2 Resmi Dibuka, Segmen 3 Masih Uji Fungsi
Tol Prosiwangi Segmen 1-2 Resmi Dibuka, Segmen 3 Masih Uji Fungsi

Pasuruan Terkini – Tol Prosiwangi Segmen 1-2 Beroperasi Paiton-Besuki Tunggu Izin Kementerian menjadi sorotan publik Probolinggo. PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) resmi membuka dua segmen awal tol tersebut. Sementara itu, segmen ketiga belum bisa dilewati karena masih menunggu izin dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Pengoperasian tol ini dilakukan pada Rabu, 30 September 2026. Langkah tersebut menandai babak baru konektivitas di kawasan timur Jawa Timur. Namun, pengguna jalan belum bisa menikmati seluruh ruas hingga Besuki.

Konstruksi Rampung, Fasilitas Pendukung Belum Penuh

Direktur Utama PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi, Rivan Achmad Purwantono, menyatakan bahwa pembangunan fisik ruas tol telah tuntas. Menurutnya, seluruh konstruksi hingga Besuki sudah mencapai 100 persen. Meski demikian, sejumlah fasilitas pendukung seperti rest area masih berstatus fungsional.

“Secara konstruksi keseluruhan Tol Prosiwangi hingga Besuki sudah 100 persen. Untuk segmen 3, yakni Paiton-Besuki, saat ini masih dalam tahap uji fungsi oleh Kementerian PU. Mudah-mudahan segera mendapat izin pengoperasian,” ujar Rivan.

Pernyataan itu menegaskan bahwa kendala utama bukan pada pekerjaan fisik. Proses administrasi dan uji kelayakan menjadi penentu kapan segmen tiga bisa dibuka. Tol Prosiwangi Segmen 1-2 Beroperasi Paiton-Besuki Tunggu Izin Kementerian pun menjadi gambaran dua sisi yang berbeda.

Target Operasional Segmen Paiton-Besuki

Rivan berharap ruas Paiton-Besuki dapat mulai digunakan pada November atau Desember 2026. Ia menyebut jika izin dari Kementerian PU terbit lebih cepat, pengoperasian juga bisa dipercepat. Harapan itu disampaikan mengingat manfaat besar yang menanti.

Apabila ketiga segmen beroperasi penuh, total panjang jalan tol yang dapat dilalui pengguna mencapai 49 kilometer. Angka tersebut menjadi capaian signifikan bagi infrastruktur transportasi di wilayah Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi.

Bagi masyarakat, kehadiran tol ini memangkas waktu tempuh antarwilayah. Distribusi barang dan mobilitas orang diproyeksikan lebih efisien. Dampak lanjutan diharapkan terasa pada pertumbuhan ekonomi lokal.

Respons Pemerintah Daerah

Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menyambut baik pengoperasian tol tersebut. Ia menilai jalan bebas hambatan ini berperan penting dalam mendorong kemakmuran daerah. Menurutnya, tol mempercepat mobilisasi logistik sekaligus mendukung aktivitas masyarakat.

“Selain itu, dengan dioperasikannya Tol Prosiwangi ini, juga dapat mempercepat masyarakat untuk menuju destinasi wisata yang ada di sekitar,” ucap Ugas.

Pernyataan itu menunjukkan harapan besar terhadap dampak pariwisata. Kawasan wisata di sekitar Probolinggo hingga Besuki diyakini lebih mudah dijangkau. Kunjungan wisatawan pun berpotensi meningkat seiring terbukanya akses.

Menanti Restu Kementerian

Hingga kini, pengguna jalan baru bisa memanfaatkan segmen 1 dan 2. Segmen 3 Paiton-Besuki masih dalam tahap uji fungsi. Kementerian Pekerjaan Umum belum menerbitkan izin pengoperasian untuk ruas tersebut.

Proses uji fungsi menjadi tahap krusial sebelum jalan tol dinyatakan layak. Aspek keselamatan, kelengkapan rambu, dan kesiapan fasilitas menjadi penilaian utama. Jika semua terpenuhi, izin bisa segera turun.

Dinamika inilah yang membuat Tol Prosiwangi Segmen 1-2 Beroperasi Paiton-Besuki Tunggu Izin Kementerian terus diperbincangkan. Publik berharap kepastian jadwal segera diperoleh. Dengan begitu, manfaat penuh tol dapat dinikmati dalam waktu dekat.

  • Segmen 1 dan 2 Tol Prosiwangi mulai beroperasi 30 September 2026.
  • Segmen 3 Paiton-Besuki menunggu izin Kementerian Pekerjaan Umum.
  • Konstruksi seluruh ruas hingga Besuki diklaim rampung 100 persen.
  • Total panjang yang bisa dilalui mencapai 49 kilometer jika semua segmen beroperasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *