Pasuruan Terkini – Blarr Rumah Warga di Kejayan Pasuruan Dilempar Bondet menggegerkan Dusun Banculuk Wetan, Desa Cobanjoyo, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (30/9/26) dini hari. Sebuah rumah milik Zuhriah (61) menjadi sasaran pelemparan bahan peledak jenis bondet. Akibatnya, pintu kayu rumah berlubang, kaca jendela pecah, dan bagian tembok mengalami kerusakan.
Peristiwa Blarr Rumah Warga di Kejayan Pasuruan Dilempar Bondet terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu, Zuhriah sedang tidur bersama Tarsih (70) yang kemudian menjadi saksi dalam kejadian tersebut. Korban mendengar beberapa kali suara letusan yang diduga berasal dari bondet yang dilempar ke depan rumah.
Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno menjelaskan, korban juga sempat mendengar teriakan dari luar sebelum akhirnya bersembunyi di bagian dapur belakang. “Korban saat itu sedang tidur bersama saksi. Kemudian mendengar beberapa kali suara letusan bondet yang dilempar di depan rumah,” kata Joko.
Polsek Kejayan menerima informasi kejadian tersebut sekitar pukul 03.00 WIB. Personel kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi. Unit Identifikasi Polres Pasuruan juga didatangkan guna melakukan olah TKP secara menyeluruh.
Dalam proses olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan serpihan batu yang diduga merupakan bagian dari isi bahan peledak. Sejumlah barang bukti disita dan sejumlah saksi dimintai keterangan untuk memperjelas rangkaian peristiwa Blarr Rumah Warga di Kejayan Pasuruan Dilempar Bondet.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dengan mengamankan barang bukti dan meminta keterangan saksi. Korban sementara diamankan di Polsek Kejayan karena masih mengalami trauma,” pungkas Joko.
Hingga kini, aparat kepolisian terus mendalami motif dan identitas pelaku pelemparan bondet tersebut. Masyarakat sekitar diimbau tetap tenang dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwenang. Kasus Blarr Rumah Warga di Kejayan Pasuruan Dilempar Bondet menjadi perhatian serius mengingat dampaknya yang membahayakan keselamatan warga.









