Pasuruan Terkini – PASURUAN – Pemkab Pasuruan Latih 100 Santri Husada Dorong Pesantren Lebih Bersih dan Sehat melalui program yang digelar Senin lalu di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan. Sebanyak 100 santri resmi dilantik sebagai kader kesehatan dalam workshop yang dibuka Wakil Bupati Shobih Asrori.
Program Santri Husada dirancang untuk menempatkan para santri sebagai penggerak utama penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pondok pesantren masing-masing. Mereka akan mendapatkan pembekalan pengetahuan dan keterampilan dasar bidang kesehatan agar mampu menjadi teladan sekaligus pemberi informasi kepada sesama santri.
Kepala Dinkesda P2KB Kabupaten Pasuruan, dr. Arma Roosalina, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan upaya strategis meningkatkan kapasitas generasi muda di lingkungan pesantren. “Kita bentuk dan latih kader Santri Husada guna menciptakan pondok pesantren yang bersih dan sehat,” ujar dr. Arma.
Para peserta tidak hanya dibekali pemahaman PHBS untuk diri pribadi, melainkan juga diajarkan cara mengajak teman-temannya membiasakan pola hidup sehat dan meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pesantren. Lebih dari itu, mereka juga dilatih melakukan survei mawas diri untuk menilai tingkat penerapan PHBS di pondok pesantren masing-masing.
Hasil evaluasi dari survei tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan rencana perbaikan berkelanjutan. Apabila masih ditemukan aspek kesehatan yang belum terpenuhi, kader Santri Husada diharapkan dapat menyusun langkah penanggulangan secara sistematis dan terarah.
Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, menekankan bahwa peningkatan kualitas kesehatan lingkungan pesantren merupakan hal krusial dalam mendukung kehidupan santri yang lebih baik. Ia berharap pengetahuan dan keterampilan para santri dalam menjaga kesehatan semakin meningkat sehingga potensi gangguan kesehatan di lingkungan pondok dapat diminimalkan secara signifikan.
“Hadirnya workshop ini bertujuan agar pengetahuan dan keterampilan para santri menjadi semakin meningkat, kehidupan di pondok lebih baik lagi, sehingga tidak ada yang namanya sakit. Dan yang terpenting, kualitas pondok pesantren bisa meningkat, salah satunya dengan adanya PHBS,” kata Gus Shobih sapaan akrab Wabup.
Selain pembentukan kader, program ini juga mengarah pada pengaktifan kembali Pos Kesehatan Pesantren atau Poskestren yang telah tersedia di sejumlah pondok. Kaderisasi santri dinilai penting agar mereka memiliki pemahaman mengenai penanganan awal terhadap santri yang sakit secara tepat dan cepat.
Penguatan kapasitas pengurus Poskestren juga menjadi bagian integral dari upaya Pemkab Pasuruan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di lingkungan pesantren. Pelatihan pengelolaan Poskestren diberikan secara langsung kepada para pengurus, sekaligus menggabungkan unsur kaderisasi santri untuk mendukung keberlanjutan program.
Melalui program Santri Husada ini, Pemkab Pasuruan menargetkan para santri tidak hanya menjadi penerima edukasi kesehatan, tetapi mampu bertransformasi menjadi pelopor penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pondok pesantren secara konsisten dan berkelanjutan.













