Pasuruan Terkini – Wajah Baru Jembatan Buk Wedi Kota Pasuruan dengan struktur lebih kokoh dan elevasi dinaikkan kini siap diuji coba. Setelah melalui proses pembangunan yang panjang, jembatan yang terletak di Jalan Ir. H. Juanda ini dipastikan akan dibuka kembali untuk lalu lintas kendaraan besar mulai Kamis, 10 September 2026. Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi warga dan pengguna jalan yang selama ini harus menempuh rute alternatif.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (7/9/2026), struktur jembatan yang baru terlihat jauh lebih kokoh dan mulus. Wajah Baru Jembatan Buk Wedi Kota Pasuruan memang dirancang dengan elevasi lebih tinggi sekitar 3 meter dari permukaan aspal sebelumnya. Desain ini bukan tanpa alasan; posisi yang lebih tinggi sengaja dipilih untuk memperlancar aliran Sungai Petung yang berada tepat di bawah jembatan. Dengan demikian, debit air saat musim hujan diharapkan dapat mengalir lebih leluasa menuju hilir, sehingga risiko banjir tahunan yang kerap melanda kawasan sekitar dapat ditekan secara signifikan.
Pengerjaan jembatan ini sebenarnya telah dimulai sejak April 2026 lalu, diawali dengan pembongkaran total jembatan lama. Selama masa konstruksi, Jalan Nasional Ir. H. Juanda ditutup untuk semua kendaraan, dan arus lalu lintas dialihkan ke sejumlah ruas jalan alternatif. Kini, setelah melalui proses yang panjang, Wajah Baru Jembatan Buk Wedi Kota Pasuruan dengan struktur lebih kokoh dan elevasi dinaikkan siap digunakan.
Di sekitar lokasi, terlihat sejumlah pekerja masih melakukan penyelesaian akhir. Akses jalan di sisi kanan dan kiri menuju jembatan sudah dicor dengan baik. Tiang-tiang pembatas jalan serta dinding beton pelindung juga sudah terpasang rapi di sepanjang sisi jembatan, memberikan kesan aman dan modern. Badan jembatan telah selesai diaspal dan marka jalan sudah terpasang. Pekerjaan drainase di kedua sisi jembatan juga telah diselesaikan sebagai bagian penting dalam upaya mengurangi genangan saat hujan deras.
Plt. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan, Hermanto, dalam keterangannya pada Senin (7/9/2026) menyatakan, “Mulai Kamis besok, tanggal 10, Jembatan Buk Wedi sudah beroperasi kembali dan dapat dilewati oleh kendaraan besar seperti biasa.” Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa seluruh rangkaian pekerjaan telah rampung dan jembatan siap digunakan.
Menjelang pembukaan, petugas akan segera mengembalikan rekayasa lalu lintas ke skema normal. Pengaturan ini difokuskan pada kendaraan berat agar tetap menggunakan jalur yang telah ditentukan. Di pertigaan Kraton, truk dilarang berbelok ke kanan dan diarahkan untuk berjalan lurus. Aturan serupa berlaku di perempatan depan gereja kawasan Satlantas, di mana kendaraan besar wajib meneruskan perjalanan via Terminal Wisata. Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Untuk mengawal pengoperasian awal, Dishub akan menyiagakan petugas di kedua titik krusial tersebut, yaitu pertigaan Kraton dan perempatan gereja. Personel yang sebelumnya berjaga di exit tol dan area SD Bukir akan dialihkan sementara ke lokasi-lokasi ini. Pengalihan personel bertujuan untuk mengantisipasi perubahan arus dan memantau kepatuhan pengemudi terhadap aturan yang berlaku. Petugas akan tetap berjaga hingga kondisi lalu lintas dinyatakan kembali normal.
Dishub memproyeksikan bahwa pembukaan kembali Jembatan Buk Wedi ini akan secara signifikan mengurangi volume kendaraan berat yang selama ini terpaksa melintas di sejumlah ruas jalan protokol dalam kota, seperti Jalan Gatot Subroto dan jalur kawasan Balai Kota dari arah Surabaya. Hal ini tentu akan mengurangi beban jalan dan mempercepat waktu tempuh bagi pengguna jalan lainnya.
Wajah Baru Jembatan Buk Wedi Kota Pasuruan dengan struktur lebih kokoh dan elevasi dinaikkan bukan hanya sekadar infrastruktur fisik, melainkan juga simbol kemajuan dan perhatian pemerintah terhadap keselamatan serta kenyamanan warganya. Pengguna jalan, khususnya para pengemudi kendaraan besar seperti bus dan truk, diimbau untuk mematuhi rekayasa lalu lintas yang telah dikembalikan. Disiplin dalam mengikuti jalur yang ditentukan sangat penting demi menjaga kelancaran dan keselamatan bersama di jalan raya.
Dengan dioperasikannya kembali jembatan ini, diharapkan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kota Pasuruan dapat berjalan lebih optimal. Jembatan Buk Wedi kini berdiri megah sebagai salah satu ikon baru kota, siap melayani masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.
sumber referensi: https://ramapati.pasuruankota.go.id/2026/09/07/wajah-baru-jembatan-buk-wedi-kota-pasuruan-struktur-lebih-kokoh-dan-elevasi-dinaikkan/
