Pasuruan Terkini – Probolinggo — Kasus penipuan daring kembali menimpa seorang tokoh komunitas di Jawa Timur. Foto Ketua PWI Probolinggo Dicatut Nomor WA Asing Modus Terungkap lewat Teman, sebuah aksi penipuan yang memanfaatkan identitas photo untuk meyakinkan korbannya. Modus ini terungkap setelah sejumlah rekan melakukan verifikasi langsung.
Insiden ini bermula ketika seseorang menggunakan foto profil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo Raya, Babul Arifandhie, pada nomor WhatsApp yang bukan miliknya. Nomor tak dikenal tersebut mulai mengirimkan pesan ke beberapa kontak rekan-rekan pers di kawasan Probolinggo dan sekitarnya.
Babul sendiri baru menyadari adanya penyalahgunaan identitasnya ketika beberapa orang menghubungi langsung untuk memastikan kebenaran pesan yang mereka terima. Ia menegaskan bahwa sedikitnya tiga hingga empat orang telah mengonfirmasi kepadanya secara personal bahwa nomor tersebut bukan milik dirinya.
Modus yang Sama Seperti Kasus Sebelumnya
Kasus Foto Ketua PWI Probolinggo Dicatut Nomor WA Asing Modus Terungkap lewat Teman ini memiliki pola yang sangat mirip dengan berbagai kasus penipuan daring lainnya yang pernah terjadi di Indonesia. Pengutil memanfaatkan foto orang yang dihormati untuk menciptakan kesan bahwa pesan berasal dari sumber terpercaya.
Pola umumnya cukup sederhana. Penipu mengambil foto profil seseorang yang dikenal, mendaftar di WhatsApp, lalu mengirimkan pesan yang lambat laun mengarah pada permintaan bantuan finansial atau peminjaman uang. Korban potensial yang mengenal foto profil tersebut cenderung lebih mudah percaya karena merasa terkoneksi secara personal.
Reaksi Rekan Sekerja yang Cerdas
Yang menjadi sorotan positif dalam kasus ini adalah kehati-hatian para rekan yang menerima pesan dari nomor mencurigakan tersebut. Mereka tidak serta-merta mempercayai isi pesan, melainkan memilih melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak yang bersangkutan sebelum menindaklanjuti apa pun.
Babul Arifandhie menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan yang bersikap skeptis. Menurutnya, langkah verifikasi sederhana ini merupakan benteng pertahanan pertama yang paling efektif melawan berbagai bentuk penipuan digital yang kian canggih.
“Rata-rata hal seperti ini berujung pada penipuan, biasanya dalam bentuk permintaan atau peminjaman uang,” ujar Babul dalam pernyataannya, Minggu (25/10/26).
Imbauan untuk Masyarakat
Dalam kesempatan yang sama, Babul juga memberikan imbauan penting bagi masyarakat luas agar tidak terburu-buru mempercayai pesan yang datang dari nomor baru yang menggunakan foto orang yang dikenal. Apalagi jika pesan tersebut mulai mengarah pada permintaan bantuan atau pinjaman uang dalam segala bentuk.
Ia menekankan bahwa penggunaan foto profil seseorang di platform messaging tidak serta merta membuktikan bahwa pemilik nomor tersebut adalah orang yang digambarkan dalam foto profil. Teknologi saat ini memungkinkan siapa saja dengan mudah meniru dan menggunakan foto orang lain tanpa izin.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam era digital, verifikasi identitas perlu dilakukan secara teliti. Konfirmasi melalui jalur komunikasi yang sudah dikenal dan terkonfirmasi sebelumnya tetap menjadi langkah paling aman untuk menghindari jerat penipuan.













