Pasuruan Terkini – Kabupaten Pasuruan — Disnaker Kabupaten Pasuruan Gelar Analisis Kebutuhan Industri dalam upaya sistematis menekan angka pengangguran di daerah ini. Kegiatan Training Needs Analysis (TNA) dunia usaha dan industri tersebut resmi dibuka Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, di sebuah hotel, Kamis, 23 Oktober 2026.
Kegiatan ini menghadirkan sekitar 100 peserta yang merupakan perwakilan perusahaan dari berbagai sektor, meliputi manufaktur, jasa, hingga hospitality di wilayah Kabupaten Pasuruan. Hadir pula sejumlah pimpinan asosiasi penting, seperti Ketua APINDO Kabupaten Pasuruan Nurul Huda, Ketua HR Club Kabupaten Pasuruan Wahyu Budi Prianto, dan Ketua KADIN Kabupaten Pasuruan Eko Widiatmo.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan, Rachmat Syarifuddin, menjelaskan bahwa TNA merupakan analisis kebutuhan pelatihan yang dilakukan secara langsung ke lingkungan perusahaan dengan pendekatan sistematis. Langkah ini dinilai sangat krusial untuk menjembatani kesenjangan kompetensi atau skill gap antara tenaga kerja lokal dengan dinamika industri modern yang bergerak sangat cepat.
Dorong Penyerapan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Pasuruan Gelar Analisis Kebutuhan Industri, kata Rachmat, merupakan bagian dari strategi mereka untuk memahami kebutuhan riil di lapangan. “Di dalam pemikiran kami, bagaimana caranya dapat mengurangi gap antara kebutuhan perusahaan dengan kemampuan skill para pencaker. Sehingga kami bisa melangkah dan apa yang kami lakukan sesuai keinginan industri,” jelas Rachmat.
Melalui kegiatan ini, setiap perusahaan peserta akan memperoleh matriks kebutuhan pelatihan yang terarah dan terukur. Dokumen tersebut nantinya menjadi acuan utama bagi Disnaker dalam menyusun program tindak lanjut di lapangan, sehingga intervensi pelatihan dapat dilaksanakan secara presisi.
Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori, yang akrab disapa Gus Shobih, menegaskan bahwa TNA menjadi fondasi penting dalam merancang program pelatihan yang tepat sasaran. Ia berharap hasil analisis ini mampu membantu Disnaker memetakan potensi daerah sekaligus mencocokkannya dengan ketersediaan sumber daya manusia yang ada.
“TNA yang dilakukan dengan baik akan dapat memberikan pelatihan dengan orang yang benar, metode yang tepat, serta kompetensi yang sesuai,” tegas Gus Shobih. Ia menambahkan bahwa ketika perusahaan membutuhkan pekerja dan calon pekerja tersebut memiliki kompetensi yang mumpuni, maka peluang direkrut akan semakin besar. Semakin banyak orang yang bekerja, otomatis angka pengangguran akan menurun secara signifikan.
Dengan program Dorong Penyerapan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Pasuruan Gelar Analisis Kebutuhan Industri ini, pemerintah daerah menargetkan adanya penurunan pengangguran yang bermakna. Pendekatan berbasis data dari TNA diharapkan dapat menjawab tantangan kesenjangan keterampilan yang selama ini menjadi penghambat utama penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Pasuruan.













