Pasuruan Terkini – Kebisingan pencarian nelayan hilang di perairan Lumajang masih misterius dan dikawal dua jalur pencarian yang digalang bersama-sama sejak dini hari. Tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi terus berupaya menyelematkan jiwa korban yang dilaporkan hilang di kawasan Pantai AWR Parupa Pandanwangi, Kabupaten Lumajang.
Rizky Andi Dhermawan (33), warga Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, dilaporkan menghilang saat melaut menggunakan perahu bernama Tuan Muda. Ia diketahui tiba di kawasan perairan selatan menara pantau TNI AU sebelum kemudian hilang ditelan ombak. Hingga kini, jejak dirinya belum tertelusuri secara pasti.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, menyampaikan bahwa operasi penyisiran dilakukan secara simultan melalui darat dan laut. Tim darat bergerak menggunakan sepeda motor trail menyusuri bibir pantai sejak pagi. Mereka berkoordinasi dengan keluarga maupun rekan korban yang ikut serta langsung mencari titik keberadaan korban.
Sementara itu, penyisiran jalur laut dimulai sejak kemarin siang dengan mengerahkan perahu nelayan. Area pencarian terus diperluas hingga ke perairan arah Pantai Dampar. Dukungannya berasal dari Basarnas Banyuwangi, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta para nelayan lokal yang berpengalaman menghadapi dinamika laut di perairan sekitar.
Isnugroho mengakui bahwa cuaca tidak mendukung optimal. Langit tertutup awan tebal dan tinggi ombak yang cukup besar menimbulkan risiko tersendiri bagi tim yang tengah bekerja di laut. Kendati demikian, seluruh elemen gabungan tetap berusaha melaksanakan penelusuran dengan tetap menjaga faktor keselamatan di perairan.
Perahu Tuan Muda yang menjadi sarana korban terakhir diketahui berhasil ditemukan berada di tepi perairan selatan menara pantau TNI AU. Kondisi ini menambah rangkaian fakta yang belum terpecahkan mengenai bagaimana riwayat perjalanan korban hingga akhirnya menghilang dari pangkuan laut.
Kasus ini kembali menyoroti kerapunyaan nelayan kecil yang berkarya di perairan dangkal tanpa jaminan keselamatan memadai. Curiga awal mengindikasikan korban tenggelam atau terbawa arus, namun tim SAR gabungan belum dapat memastikan penyebab pastinya.
Bagi keluarga dan kerabat yang menunggu informasi terbaru, upaya terus dilanjutkan hingga detik-detik terakhir. Seluruh lapisan masyarakat diimbau agar tetap siaga dan melaporkan apabila menemukan indikasi terkait posisi korban atau barang milik Rizky Andi Dhermawan di sekitar kawasan pesisir Lumajang hingga Banyuwangi.













