Membangun Kota Pasuruan Humanis: Mas Adi Ajak Warga Sumbang Aspirasi

Membangun Kota Pasuruan Humanis: Mas Adi Ajak Warga Sumbang Aspirasi
Membangun Kota Pasuruan Humanis: Mas Adi Ajak Warga Sumbang Aspirasi

Pasuruan Terkini – Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menegaskan komitmennya untuk membangun Kota Pasuruan yang humanis, inklusif, dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan Forum Konsultasi Publik I Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Pasuruan 2026–2046, Senin (7/9/2026) di Gedung Gradika Bhakti Praja.

Forum ini menjadi ajang bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyusun dokumen tata ruang yang akan menjadi ‘panglima’ pembangunan kota selama dua dekade ke depan.

Dalam sambutannya, Mas Adi, sapaan akrabnya, menyoroti tantangan yang dihadapi Kota Pasuruan, seperti pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam, sementara lahan yang tersedia tidak bertambah. Karena itu, optimalisasi ruang menjadi kunci utama.

“Pembangunan membutuhkan ruang, tetapi ruang tidak bertambah. Sementara jumlah penduduk terus bertambah dan kebutuhan masyarakat juga semakin meningkat,” ujarnya. Untuk itu, RTRW harus mampu mengakomodasi kebutuhan akan permukiman, fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, hingga infrastruktur publik lainnya.

Meski demikian, Mas Adi mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan fisik semata. Ia menekankan pentingnya memperhatikan daya dukung lingkungan agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. “Jangan sampai pembangunan justru menimbulkan persoalan baru, seperti kemacetan atau banjir akibat penataan permukiman yang tidak tepat,” katanya.

Oleh karena itu, revisi RTRW diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan, serta mengendalikan alih fungsi lahan. Lebih jauh, Mas Adi menegaskan bahwa penyusunan RTRW bukan sekadar perencanaan jangka pendek lima tahunan, melainkan menentukan arah pembangunan jangka panjang yang akan mewariskan kota yang nyaman bagi generasi mendatang.

“Kita ingin membangun Kota Pasuruan yang humanis dan inklusif, kota yang nyaman untuk ditinggali, tidak hanya untuk kita saat ini, tetapi juga untuk anak cucu kita di masa mendatang,” ungkapnya dengan penuh harap.

Forum Konsultasi Publik I ini merupakan salah satu tahapan penting dalam penyusunan revisi RTRW. Dalam perencanaannya, strategi pembangunan tata ruang akan dilakukan secara bertahap, mulai dari pemantapan landasan pembangunan, percepatan pembangunan infrastruktur, hingga pemantapan peran Kota Pasuruan sebagai kota perdagangan dan jasa.

Seluruh strategi tersebut diarahkan untuk mewujudkan Kota Pasuruan yang maju dan berkelanjutan. Forum yang dihadiri oleh perwakilan DPRD, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, perangkat daerah, akademisi, pelaku usaha, dan tokoh masyarakat ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk memberikan masukan dan perspektif demi terwujudnya tata ruang yang berkualitas.

Melalui forum ini, Pemerintah Kota Pasuruan membuka ruang partisipasi publik yang seluas-luasnya. Masukan dari berbagai elemen masyarakat diharapkan mampu menghasilkan dokumen RTRW yang komprehensif dan berpihak pada kepentingan warga. Dengan demikian, pembangunan Kota Pasuruan ke depan akan semakin humanis, inklusif, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *