Pasuruan Terkini – Jembatan Buk Wedi Pasuruan Kembali Dibuka Normal sejak Kamis (10/9/2026) pagi, mengakhiri penutupan total yang berlangsung sejak 6 April 2026. Pembukaan ini memulihkan arus lalu lintas di jalur utama kawasan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.
Infrastruktur vital di jalur Pantura tersebut resmi beroperasi penuh setelah proyek peninggian struktur jembatan selesai dikerjakan. Jembatan yang berada di Jalan Ir. H. Juanda itu menjadi penghubung utama Pasuruan–Probolinggo.
Pantauan di lokasi sejak pagi menunjukkan volume kendaraan dari arah Probolinggo menuju Surabaya maupun sebaliknya berjalan tertib. Tidak ada antrean panjang yang terlihat.
Kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga angkutan bertonase besar melintas tanpa hambatan berarti. Situasi serupa juga terlihat di Jalur Lingkar Selatan (JLS), mulai dari Simpang Tiga Blandongan yang mengarah ke Krampyangan.
Pembukaan Resmi Pukul 06.00 WIB
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pasuruan Kota, AKP Amrullah Setiawan, menjelaskan bahwa pembukaan jembatan dilakukan sejak pagi setelah tahapan sosialisasi kepada masyarakat tuntas.
“Jembatan resmi dibuka pukul 06.00 WIB tadi. Sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi,” ujar AKP Amrullah dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Sebelumnya, akses penghubung utama Pasuruan–Probolinggo ini ditutup total demi pengerjaan konstruksi. Beroperasinya kembali jembatan tersebut sekaligus mengakhiri skema pengalihan arus kendaraan ke jalur-jalur alternatif yang telah berjalan selama lima bulan terakhir.
Waktu Tempuh Harian Lebih Efisien
Masyarakat dan pengguna jalan menyambut lega normalisasi jalur tersebut karena memangkas waktu tempuh harian. Salah satunya dirasakan Erwin, pengendara motor asal Rejoso.
“Alhamdulillah, sudah kembali normal. Berangkat kerja jadi tidak usah memutar lagi melewati jalan alternatif di belakang terminal baru,” kata Erwin.
Pekerja swasta tersebut menambahkan bahwa pembukaan Jembatan Buk Wedi Pasuruan Kembali Dibuka Normal sangat menghemat waktu tempuh perjalanan. Hal itu terutama dirasakan saat jam sibuk berangkat dan pulang kerja.
Dengan kembali normalnya jalur ini, para pengguna jalan tidak lagi bergantung pada rute alternatif yang lebih jauh. Aktivitas harian warga pun berjalan lebih efisien.
Dampak bagi Mobilitas Kawasan
Jembatan Buk Wedi Pasuruan Kembali Dibuka Normal menjadi penanda pulihnya konektivitas di jalur Pantura. Jalur ini menghubungkan sejumlah titik penting, termasuk Simpang Tiga Blandongan dan kawasan Krampyangan melalui JLS.
Kelancaran arus di jalur utama ini turut mengurangi beban jalan alternatif di sekitar terminal baru. Kendaraan tidak lagi menumpuk di rute pengalihan yang selama ini digunakan.
Berikut ringkasan kronologi pembukaan kembali Jembatan Buk Wedi Pasuruan Kembali Dibuka Normal:
- 6 April 2026: jembatan ditutup total untuk pengerjaan konstruksi.
- Selama penutupan: arus dialihkan ke jalur alternatif hingga lima bulan.
- 10 September 2026: sosialisasi tuntas dan jembatan dibuka pukul 06.00 WIB.
- Setelah dibuka: arus Pantura terpantau ramai lancar tanpa antrean panjang.
Pemerintah dan kepolisian mengimbau pengguna jalan tetap tertib saat melintasi kawasan tersebut. Keselamatan dan kelancaran bersama menjadi prioritas utama.
Dengan selesainya proyek peninggian struktur, Jembatan Buk Wedi Pasuruan Kembali Dibuka Normal diharapkan mampu menopang mobilitas warga Pasuruan dan sekitarnya. Jalur Pantura kembali menjadi pilihan utama perjalanan harian.







