Pasuruan Terkini – Semarak Hari Santri di Bangil semakin menarik perhatian setelah Ning Laili Abidah muncul sebagai sosok penting yang mendorong peran strategis para guru PAUD Muslimat NU. Dalam momentum Hari Santri Nasional 2026, ia menegaskan bahwa penanaman karakter cinta Al-Qur’an dan toleransi sejak usia dini merupakan langkah krusial untuk membentuk generasi yang berkarakter.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 berlangsung meriah di Alun-Alun Bangil, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Kegiatan yang digelar mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB itu menghadirkan keluarga besar Ikatan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Muslimat (IGPAUD) di bawah Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM). Suasana khidmat dan semarak tercipta di tengah antusiasme para peserta yang mengikuti rangkaian acara.
Laili Abidah, yang juga menjabat sebagai Ketua YPM sekaligus anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, menyampaikan dukungannya secara tegas terhadap kegiatan IGPAUD Muslimat. Ia menilai bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum berharga untuk memperkuat kebersamaan dan menumbuhkan semangat kebangsaan serta keislaman sejak usia paling fundamental. Melalui Semarak Hari Santri di Bangil ini, ia berharap pesan-pesan luhur tersebut dapat tersosialisasi secara luas ke seluruh lapisan masyarakat.
Selain agenda pemotongan tumpeng dan prosesi khidmat lainnya, acara diisi dengan senam bersama bertema Hari Santri. Ribuan peserta bergerak serempak mengikuti irama, menciptakan atmosfer kebersamaan yang hangat sekaligus menggaungkan pentingnya gaya hidup sehat bagi masyarakat luas. Gerakan senam massal ini menjadi simbol konkret bahwa semangat santri bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga menjaga fisik agar mampu berkontribusi lebih maksimal.
“Pemaknaan Hari Santri harus menyentuh ranah pembentukan karakter sejak dini. Guru-guru di lingkungan IGPAUD Muslimat adalah garda terdepan dalam menanamkan semangat kebangsaan, akhlak, dan kecintaan terhadap ulama,” ungkap Laili Abidah di hadapan para peserta.
Ia menambahkan bahwa semangat Hari Santri hendaknya tidak berhenti pada puncak perayaan, melainkan diterjemahkan ke dalam praktik keseharian melalui keteladanan, pendidikan berkualitas, dan penguatan akhlak generasi muda. Para pendidik PAUD diharapkan terus bergerak solid, sehat jasmani dan rohani, serta berkomitmen memberikan yang terbaik bagi anak didik mereka.
Acara ini juga menghadirkan kehadiran Ketua Cabang Muslimat NU Bangil, Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag., yang turut meramaikan dan memotivasi para peserta. Di sisi lain, kehadiran Wakil Bupati Pasuruan menjadi pertanda kuat adanya sinergi antara pemerintah daerah, ormas, dan lembaga pendidikan dalam mendorong pengembangan karakter bangsa berbasis nilai-nilai keagamaan.
Kebijakan dan program pendidikan karakter di tingkat PAUD terus mendapat sorotan positif dari berbagai pihak. Melalui Semarak Hari Santri di Bangil, Laili Abidah menegaskan bahwa fondasi akhlak yang diletakkan sejak dini akan menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan era globalisasi. Pencintaan terhadap Al-Qur’an, sikap toleran, disiplin, dan rasa cinta tanah air perlu ditanamkan secara berkesinambungan melalui pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan tahapan perkembangan anak.
Acara peringatan Hari Santri di Alun-Alun Bangil ini juga berfungsi sebagai media silaturahmi antar keluarga besar Muslimat NU se-Kabupaten Pasuruan. Dengan semangat gotong royong dan ukhuwahIslamiyah, nilai-nilai perjuangan para santri diharapkan dapat diwariskan secara utuh kepada generasi penerus, baik melalui jalur pendidikan formal maupun kegiatan sosial kemasyarakatan yang melibatkan berbagai elemen warga.













