Debu Kemarau Bikin ISPA Kota Pasuruan Naik 21%

Portal Berita Pasuruan Terkini
Gambar Thumbnail Default Pasuruan Terkini

Pasuruan Terkini – Musim Kemarau Picu Lonjakan Kasus ISPA Dinkes Kota Pasuruan Ajak Masyarakat Perkuat Pencegahan menjadi sorotan setelah angka penderita infeksi saluran pernapasan akut di wilayah itu terus menanjak sejak pertengahan tahun. Debu yang beterbangan di jalanan dan permukiman selama cuaca panas disebut sebagai pemicu utama.

Data Dinas Kesehatan Kota Pasuruan menunjukkan akumulasi kasus ISPA sampai Agustus 2026 menembus 6.176 kasus. Sejak Juni 2026, tercatat 1.083 kasus baru dalam tiga bulan atau setara lonjakan 21,26 persen.

Rinciannya, Juni 2026 sebanyak 5.093 kasus, lalu Juli naik menjadi 5.907 kasus atau bertambah 814 kasus dalam sebulan. Pada Agustus, laporan bertambah 269 kasus dari bulan sebelumnya sehingga total menjadi 6.176 kasus.

Meski ritme penambahan pada Agustus melambat dibanding Juli, grafik keseluruhan memperlihatkan penderita ISPA di Kota Pasuruan masih konsisten naik berturut-turut. Kondisi ini membuat Musim Kemarau Picu Lonjakan Kasus ISPA Dinkes Kota Pasuruan Ajak Masyarakat Perkuat Pencegahan semakin relevan dibahas.

Pencegahan Dimulai dari Kebiasaan Harian

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena, menekankan pencegahan tidak boleh hanya mengandalkan pengobatan ketika gangguan kesehatan sudah muncul. Menurutnya, langkah sederhana bisa dimulai dari kebersihan diri dan pemakaian masker.

“Pertama, personal hygiene ditingkatkan dengan CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) dan menggunakan masker bila di ruang terbuka dan tempat-tempat umum,” ujar dr. Shierly dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).

Imbauan itu terutama ditujukan bagi pengendara sepeda motor, pekerja lapangan, atau warga yang sering melintasi kawasan dengan paparan debu tinggi. Selain debu jalanan, dr. Shierly mengingatkan warga menjauhkan diri dan keluarga dari paparan asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif.

Ia juga mendorong pencegahan sejak usia dini melalui imunisasi PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) bagi bayi. Upaya lain yang dianjurkan mencakup menjaga asupan air putih, mengonsumsi makanan bergizi, memenuhi kebutuhan vitamin, dan mencukupi waktu istirahat.

Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Aktivitas di luar ruangan yang tidak diperlukan dapat dikurangi, terutama saat lingkungan sedang banyak debu. Warga juga diminta tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan.

Jika keluhan berlanjut atau semakin berat, warga disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. “Nah yang terpenting adalah pencegahan dan segera mendapatkan penanganan apabila muncul gejala,” pungkasnya.

Dengan tren kenaikan yang masih berlangsung, Musim Kemarau Picu Lonjakan Kasus ISPA Dinkes Kota Pasuruan Ajak Masyarakat Perkuat Pencegahan menjadi pengingat bahwa kesadaran kolektif sangat menentukan. Warga diharapkan tidak menunggu sakit memburuk sebelum bertindak.

Langkah pencegahan yang konsisten, mulai dari masker, cuci tangan, imunisasi bayi, hingga pola makan dan istirahat cukup, menjadi kunci menekan laju ISPA di Kota Pasuruan selama musim kemarau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *