Pasuruan Terkini – Berawal dari Hobi Buruh Pabrik ini Sukses Hasilkan Cuan dari Budidayakan Kelinci Hias. Kisah itu datang dari Arrohaman Imanuddin Hidayat, warga Desa Leces, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, yang kini dikenal sebagai pembudidaya kelinci Rex.
Pria berusia 37 tahun tersebut menggeluti usaha ini sejak dua tahun terakhir. Awalnya ia hanya mengikuti kebiasaan teman-temannya, namun ketekunan membuatnya mampu meraup penghasilan tambahan dari hobi yang dulu sekadar pengisi waktu luang.
Memanfaatkan Kandang Bekas untuk Puluhan Kelinci
Di rumahnya, Arrohaman menyulap area bekas kandang sapi menjadi tempat pemeliharaan puluhan kelinci hias. Sejumlah kandang berangka besi ditata bertingkat agar perawatan lebih praktis dan efisien.
Ia memilih kelinci jenis Rex karena memiliki daya tarik tersendiri bagi para pencinta hewan hias. Selain bulunya yang pendek, lebat, dan halus menyerupai tekstur karpet, kelinci ini juga berukuran cukup besar dengan bobot yang dapat mencapai sekitar lima kilogram.
“Saya memilih kelinci jenis Rex karena lebih diminati banyak orang. Pemeliharaannya sama dengan kelinci lain, serta nilai ekonomisnya juga tinggi, di mana kelinci dengan usia 45 hari sudah bisa dijual,” ujar Arrohaman, Sabtu (10/10/26).
Pakan dan Vitamin Menjaga Kualitas Kelinci Rex
Arrohaman menjelaskan, pakan yang diberikan berupa rumput segar yang dikombinasikan dengan konsentrat atau pelet. Pemberian dua jenis pakan secara teratur ini memengaruhi perkembangbiakan kelinci.
Selain itu, kelinci-kelinci di Aronib Farm juga mendapat asupan vitamin serta pemeriksaan kesehatan rutin. Langkah ini dilakukan agar kualitas kelinci Rex yang dikembangbiakkan tetap terjaga.
Untuk harga jual, kelinci Rex miliknya dibanderol mulai Rp80 ribu hingga Rp1 juta per ekor. Harga tersebut bergantung pada ukuran tubuh, warna bulu, hingga motif yang dimiliki masing-masing kelinci.
Media Sosial Jadi Kunci Pemasaran
Dalam memasarkan produknya, Arrohaman memanfaatkan media sosial untuk menjangkau calon pembeli. Cara ini dinilai cukup ampuh dan membuat usahanya lebih mudah dikenal masyarakat, termasuk pembeli yang sebelumnya belum mengetahui lokasi budidayanya.
“Alhamdulillah, sejak saya mulai menekuni usaha ini, sudah banyak kelinci yang telah saya jual, bahkan sudah terjual ke wilayah Jawa Barat. Karena koleksi semakin banyak, saya berencana memperluas kandang untuk dapat menampung lebih banyak kelinci,” imbuhnya.
Seorang pembeli kelinci, Heru Saputra, mengaku tertarik membeli kelinci Rex untuk dipelihara karena bentuknya yang lucu. Ia mengetahui keberadaan budidaya kelinci Rex milik Arrohaman setelah melihat unggahan di media sosial.
“Saya membeli kelinci ini untuk saya pelihara karena lucu. Kenapa saya membeli di tempat ini, karena setelah melihat dari media sosial,” beber Heru.
Selain Arrohaman, di Desa Leces terdapat total 10 peternak kelinci jenis Rex yang menggeluti budidaya ini dengan omzet penjualan hingga puluhan juta rupiah. Kisah Berawal dari Hobi Buruh Pabrik ini Sukses Hasilkan Cuan dari Budidayakan Kelinci Hias pun menjadi bukti bahwa hobi bisa berkembang menjadi sumber penghasilan.













