Pasuruan Terkini – Pasuruan — Harga daging sapi terus melejit dan tak kunjung stabil di pasaran. Kondisi ini membuat pedagang Pasar Bangil, Kabupaten Pasuruan, merasa tertekan karena harga bahan pokok tersebut terus meningkat sejak beberapa bulan terakhir.
Perkembangan harga yang terjadi di Pasar Bangil, Jumat (11/9/26), menunjukkan bahwa kenaikan mulai terasa sejak masa setelah Hari Raya Idul Adha. Fenomena ini semakin dirasakan ketika pemerintah daerah kembali mengaktifkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pasuruan.
Kenaikan Signifikan Harga Daging di Pasaran
Berdasarkan data di lapangan, harga daging sapi super sebelumnya berada di kisaran Rp135.000 per kilogram. Saat ini, angka terendah yang terpantau sudah mencapai Rp145.000 per kilogram. Pada momen-momen tertentu seperti hari besar keagamaan, sebagian pedagang bahkan menjual dengan harga di atas Rp150.000 per kilogram.
| Keterangan | Harga (Rp/kg) |
|---|---|
| Daging sapi super (sebelumnya) | 135.000 |
| Daging sapi super (saat ini) | 145.000 |
| Daging sapi momen tertentu | Di atas 150.000 |
Kedalaman Masalah dari Perspektif Pedagang
Diah, salah satu pedagang daging di Pasar Bangil, mengaku bahwa Harga Daging Sapi Terus Melejit menjadi perhatian serius bagi pelaku usaha di pasarnya. Ia menyampaikan bahwa harga tidak pernah kembali ke level normal sejak beberapa bulan terakhir. Bahkan, ia menyebutkan ada rekan pedagang lain yang menjual dengan harga lebih tinggi daripada yang ia tawarkan.
Diah menilai bahwa minimnya stok daging sapi di pasaran saat ini merupakan faktor utama di balik naiknya harga. Kondisi supply yang terbatas jelas berdampak pada mekanisme pasar di mana permintaan tetap tinggi sementara ketersediaan barang berkurang signifikan.
Meski demikian, Diah tetap melanjutkan usahanya berjualan daging. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab berdagang daging merupakan sumber penghidupannya saat ini. Selain itu, usaha ini juga merupakan warisan dari keluarganya yang telah dijalankan secara turun-temurun.
Strategi Mengelola Usaha di Tengah Kenaikan
Dalam menjalankan usahanya, Diah memilih strategi membeli daging dari jagal sehingga tidak perlu melakukan penyembelihan sendiri. Cara ini membuatnya lebih efisien dalam mengelola operasional toko dagingnya.
Ia menjelaskan bahwa keuntungannya sebagai pedagang cukup memadai karena ia hanya tinggal menjual kembali daging yang sudah dipotong oleh jagal. Dengan model bisnis seperti ini, ia dapat fokus pada pelayanan pelanggan tanpa harus mengurus proses penyembelihan.
Harapan Turun Tangan Pemerintah
Kenaikan harga tersebut jelas menjadi keprihatinan tersendiri bagi para pedagang di Pasar Bangil. Mereka menyadari bahwa kondisi pasar yang tidak stabil berpotensi besar mengganggu aktivitas jual beli secara keseluruhan.
Diah berharap pemerintah daerah bisa segera turun tangan untuk menangani persoalan harga daging yang dinilai sudah jauh dari kondisi normal. Ia mengkhawatirkan jika tren kenaikan ini terus berlanjut, perekonomian pedagang maupun jagal akan ikut terdampak secara negatif.
Pasar Bangil sebagai salah satu sentra penjualan daging di Kabupaten Pasuruan diharapkan mendapat perhatian khusus. Stabilitas harga daging sapi sangat krusial bagi kelangsungan usaha mikro dan kecil di wilayah ini, mengingat daging sapi merupakan komoditas primer yang menjadi tulang punggung ekonomi banyak keluarga pedagang pasar.
Dengan semakin mahalnya harga daging sapi, para pedagang kecil di Pasar Bangil Pasuruan semakin terjepit antara menjaga kualitas layanan dan menjaga kelangsungan usaha mereka. Hanya saja, hingga saat ini belum ada langkah konkret dari pihak berwenang untuk meredakan tekanan harga yang terus membumbung ini.











