Modul Kepemimpinan Disiapkan untuk Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap di Probolinggo

Portal Berita Pasuruan Terkini
Gambar Thumbnail Default Pasuruan Terkini

Pasuruan TerkiniModul Kepemimpinan Disiapkan untuk Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap menjadi upaya strategis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pengembangan modul ini dilakukan melalui uji keterbacaan yang melibatkan pengawas dan kepala sekolah dari berbagai wilayah.

Kegiatan uji keterbacaan tersebut digelar di Kantor Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Sukapura. Modul ini bertujuan membantu kepala sekolah mengawal pelaksanaan pembelajaran kelas rangkap agar lebih terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan guru di lapangan.

Proses pengembangan modul tidak lepas dari kolaborasi antara Disdikdaya Kabupaten Probolinggo bersama Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia atau INOVASI, yang merupakan kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia. Provincial Manager INOVASI Jawa Timur M. Adri Budi serta District Officer INOVASI Kabupaten Probolinggo Anwar Sutranggono menghadiri acara tersebut.

Empat Bagian Utama dalam Modul

Dalam kegiatan review tersebut, terdapat empat bagian utama yang ditelaah oleh para praktisi pendidikan. Keempat bagian itu meliputi penyamaan visi, peran kepala sekolah, supervisi berbasis coaching, dan penyusunan rencana tindak lanjut. Materi-materi ini dinilai sebagai fondasi penting dalam memperkuat kepemimpinan kepala sekolah.

Modul Kepemimpinan Disiapkan untuk Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap diharapkan dapat memberikan panduan yang lebih jelas bagi kepala sekolah, terutama dalam melakukan supervisi dan menyusun tindak lanjut sesuai kondisi sekolah masing-masing. Para peserta juga memberikan masukan terkait penggunaan bahasa, tingkat keterbacaan, serta relevansi modul dengan thực tế pelaksanaan pembelajaran kelas rangkap.

Uji Keterbacaan Sebagai Tahap Penyempurnaan

Uji keterbacaan dilaksanakan untuk mengakomodasi masukan dari para praktisi pendidikan sebelum modul digunakan secara lebih luas. M. Adri Budi menekankan bahwa masukan dari pengawas dan kepala sekolah sangat diperlukan karena mereka memiliki pengalaman langsung dalam mengawal proses pembelajaran di satuan pendidikan.

“Setelah modul ini jadi akan menjadi panduan pelatihan bagi Kepala Sekolah pelaksana pembelajaran kelas rangkap,” ujar M. Adri Budi. Ia menambahkan bahwa keterlibatan para praktisi pendidikan menjadi kunci keberhasilan penyempurnaan modul agar benar-benar aplikatif di lapangan.

Modul untuk Edukasi dan Pengimbasan

Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Sukapura Nur Habibah Umaroh menyampaikan bahwa keberadaan modul ini diharapkan dapat membantu kepala sekolah menjalankan perannya secara lebih terarah. Ia menilai bahwa materi yang mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan sekolah akan sangat membantu kepala sekolah dalam menjalankan fungsi kepemimpinannya.

Selain mendukung kebutuhan sekolah di daerah, Modul Kepemimpinan Disiapkan untuk Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap ini juga diharapkan dapat menjadi bahan pengembangan dan praktik baik yang berpotensi diadaptasi oleh wilayah lain di Indonesia. Berbagai daerah dengan kondisi dan potensi penyelenggaraan sekolah kelas rangkap yang serupa diyakini dapat memanfaatkan modul ini.

Penguatan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah melalui modul ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya keberlanjutan implementasi pembelajaran kelas rangkap di Kabupaten Probolinggo. Proses review dan uji keterbacaan ini menandai kematangan modul sebelum akhirnya digunakan sebagai bahan pendukung pelatihan bagi para kepala sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *