90 Guru di Pasuruan Ikuti Pelatihan Batik demi Warisan Budaya

Portal Berita Pasuruan Terkini
Gambar Thumbnail Default Pasuruan Terkini

Pasuruan Terkini – Pemkot Pasuruan Latih 90 Guru Membatik Untuk Perkuat Pelestarian Budaya di sekolah melalui Workshop Seni Budaya Pelatihan Membatik 2026. Kegiatan ini digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan sebagai langkah menjaga tradisi batik tetap hidup di ruang pendidikan.

Pelatihan menyasar para pendidik jenjang sekolah dasar dan menengah. Tujuannya agar mereka mampu menularkan keterampilan membatik kepada siswa dan rekan sejawat di masing-masing sekolah.

Pembukaan di Gedung Kesenian Darmoyudho

Acara dibuka resmi oleh Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pasuruan, Fitri Iswarida Nawawi. Pembukaan berlangsung di Gedung Kesenian Darmoyudho Kota Pasuruan, Selasa (22/9/2026).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Siti Rochana, menyampaikan bahwa workshop ini menjadi upaya meningkatkan keterampilan sekaligus apresiasi guru terhadap seni membatik. Menurutnya, batik merupakan bagian dari pelestarian budaya lokal dan nasional.

Peserta yang hadir mencakup puluhan guru dari berbagai sekolah di Kota Pasuruan. Melalui skema pelatihan ini, para guru diharapkan menjadi agen perubahan yang meneruskan ilmu ke lingkungan sekolah masing-masing.

Tujuan dan Sasaran Pelatihan

Siti memaparkan sejumlah tujuan utama agenda tersebut, antara lain:

  • Meningkatkan pengetahuan dasar membatik bagi para guru.
  • Mengintegrasikan seni membatik ke dalam Kurikulum Seni Budaya di sekolah.
  • Menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa sejak dini.

Untuk mencapai target kompetensi itu, Pemkot Pasuruan menghadirkan narasumber akademisi sekaligus Dosen Desain Mode Batik dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Danang Priyanto.

Kehadiran narasumber dari perguruan tinggi seni diharapkan memberi bekal teknis dan wawasan kreatif kepada para peserta. Dengan begitu, proses pembelajaran membatik di sekolah tidak berhenti pada teori semata.

Peran Strategis Guru Menjaga Tradisi

Wakil Ketua Dekranasda Kota Pasuruan, Fitri Iswarida Nawawi, menegaskan pentingnya peran strategis tenaga pendidik dalam menjaga keberlanjutan tradisi dan seni membatik di tengah tantangan zaman.

Ia menyebut batik sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia yang memiliki nilai seni, sejarah, filosofi, dan identitas yang kuat. Batik, katanya, tidak hanya berbicara soal kain dan motif, tetapi juga proses kreatif, ketekunan, kesabaran, serta pengetahuan budaya yang diwariskan lintas generasi.

Ia berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga memperluas pemahaman mengenai proses kreatif dan pengembangan motif. Bukan tidak mungkin dari tangan para guru dan siswa nantinya muncul motif batik khas yang memiliki karakter dan identitas Kota Pasuruan.

Fitri juga berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan penuh antusiasme. Peserta didorong tidak ragu berkreasi selama proses pembelajaran berlangsung.

Melalui Pemkot Pasuruan Latih 90 Guru Membatik Untuk Perkuat Pelestarian Budaya di sekolah, diharapkan regenerasi pembatik dan kecintaan terhadap warisan budaya terus tumbuh. Langkah ini menjadi investasi jangka panjang bagi dunia pendidikan dan pelestarian budaya daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *