Berita  

Satu Nelayan Hilang di Laut Lumajang, Kerugian Nelayan Rp35 Juta

Satu Nelayan Hilang di Laut Lumajang, Kerugian Nelayan Rp35 Juta
Satu Nelayan Hilang di Laut Lumajang, Kerugian Nelayan Rp35 Juta

Pasuruan Terkini – Kabupaten Lumajang kembali diselimuti duka atas tragedi laut yang menimpa para nelayan setempat. Pencarian Korban Perahu Tuan Muda Berlanjut BPBD Lumajang Catat Kerugian Rp35 Juta menandai upaya serius penanganan kecelakaan yang terjadi sejak Kamis, 15 Oktober 2026 silam.

Perahu nelayan Tua Muda dengan panjang sekitar 13 meter itu ditemukan tenggelam di perairan selatan Parupa, Kecamatan Pandanwangi. Kecelakaan ini menimpa tiga nelayan yang sedang melaut, di mana dua di antaranya berhasil selamat, namun satu orang masih dinyatakan hilang dan menjadi pusat perhatian pencarian.

Identitas Korban dan Rangkaian Peristiwa

Ketiga nelayan yang naik perahu Tuan Muda adalah Rizky Andi Dhermawan (33 tahun), Achmad Zaenal Abidin, dan Rahul Panji Dhermawan. Setelah perahu mengalami kecelakaan di perairan selatan Lumajang, Achmad dan Rahul berhasil selamat dan dievakuasi dengan selamat. Sementara itu, Rizky Andi Dhermawan dinyatakan hilang dan masuk ke dalam daftar pencariannya.

Tim Gabungan Gelar Operasi Penyisiran

Pada Minggu, 18 Oktober 2026, operasi pencarian terus digencarkan dengan melibatkan tim gabungan dari BPBD Lumajang, Basarnas Kantor SAR Banyuwangi, dan Pos SAR Jember. Mereka menggunakan perahu Landing Craft Rubber atau LCR untuk melakukan penyisiran di area perairan yang luas.

Rute penyisiran dimulai dari Pantai Dampar menuju perairan sekitar Pantai Watu Godek, muara Kali Glidik di Kecamatan Tempursari, hingga ke arah Pantai Watu Pecak di Desa Selok Awar-Awar. Selain pencarian laut, tim juga melaksanakan penyisiran darat di sejumlah kawasan pesisir seperti Pantai Bambang, Pantai Parupa, dan Pantai Mbah Drajit.

Kerugian Material Mencapai Rp35 Juta

Kalaksa BPBD Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa perahu Tuan Muda merupakan aset penting bagi ketiga nelayan tersebut. Perahu sepanjang sekitar 13 meter itu senilai Rp35 juta dan hilang total akibat insiden kecelakaan laut. Angka kerugian material ini resmi dicatat oleh BPBD Lumajang sebagai bagian dari laporan penanganan bencana.

Kedua nelayan yang selamat telah diamankan dan dinyatakan dalam kondisi fisik yang cukup baik meski mengalami guncangan psikologis. Proses evakuasi terhadap mereka telah dilakukan dengan lancar.

Pencarian Masih Berlanjut

Hingga operasi pencarian dihentikan sementara pada pukul 16.00 WIB, Rizky Andi Dhermawan belum juga ditemukan. Tim SAR dan BPBD menegaskan bahwa pencarian akan terus dilakukan berulangkali hingga korban berhasil ditemukan. Kondisi cuaca dan arus laut menjadi faktor yang selalu dipantau demi keselamatan tim pencari.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan bagi para nelayan di perairan selatan Lumajang. Upaya mitigasi bencana laut perlu terus digalakkan agar tragedi serupa tidak berulang di masa mendatang. Pencarian Korban Perahu Tuan Muda Berlanjut BPBD Lumajang Catat Kerugian Rp35 Juta menunjukkan bahwa seluruh elemen terkait tetap bergerak aktif mencari kehadiran Rizky di tengah perairan selatan Lumajang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *