Pasuruan Terkini – Probolingo — Seorang warga Kecamatan Lumbang, Suraji, hembuskan napas terakhir setelah melalui perawatan intensif selama sembilan hari. Korban kebakaran Bromo ini meninggal dunia pada Jumat, 23 Oktober 2026 di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.
Kematiannya membawa total korban jiwa dalam peristiwa karhutla Gunung Bromo menjadi lima orang. Sebelumnya pada Kamis, 15 Oktober 2026, enam orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut, di mana empat di antaranya langsung meninggal dunia dan dua lainnya luka berat.
Riwayat Pengobatan di RSUD Dr. Soetomo
Suraji menjalani perawatan intensif bersama Munawi, warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, yang juga menjadi korban luka dalam peristiwa yang sama. Keduanya sempat menjalani operasi cangkok kulit di rumah sakit rujukan tersebut.
Berdasarkan informasi dari Direktur RSUD Tongas, dr. Catur Prangga Wadana, kondisi Munawi dilaporkan stabil setelah operasi. Namun, kondisi Suraji tetap kritis dan belum stabil sejak awal penanganan.
Kondisi Luka Bakar yang Mendorong Kegagalan Multiorgan
Luka bakar yang dialami Suraji mencakup lebih dari 50 persen area tubuh, termasuk wajah. Luka bakar tersebut juga disertai cedera serius pada saluran pernapasan. Kombinasi trauma luas dan kerusakan organ pernapasan ini kemudian berujung pada kegagalan multiorgan yang tidak dapat ditolong kembali.
Suraji dinilai masih dalam kondisi kritis saat dirawat di ruang ICU hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Belasungkawa dari Rumah Sakit
Atas meninggalnya Suraji, dr. Catur menyampaikan belasungkawa mewakili seluruh sivitas RSUD Tongas. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.













