Satpol PP Probolinggo Amankan 9 Wanita Penghasil Open BO

Satpol PP Probolinggo Amankan 9 Wanita Penghasil Open BO
Satpol PP Probolinggo Amankan 9 Wanita Penghasil Open BO

Pasuruan Terkini – Kota Probolinggo kembali menjadi sorotan setelah Razia Kos dan Homestay Satpol PP Kota Probolinggo Jaring 9 Wanita Open BO berhasil digagalkan oleh aparat penegak hukum setempat. Operasi itu dilakukan di area Kecamatan Mayangan pada malam hari, Selasa (13/10/2026), menyasar sejumlah rumah pemondokan serta fasilitas penginapan yang terindikasi menjadi sarana transaksi pelacuran daring.

Petugas mengamankan sembilan perempuan yang terdeteksi menawarkan jasa melalui aplikasi chatting bernama MiChat. Tiga di antaranya merupakan warga asli Probolinggo, sementara sisanya berasal dari luar kota, termasuk Bandung dan Bogor. Selain para wanita tersebut, juga ada satu laki-laki yang turut diamankan dalam operasi ini.

Nur Rahmad, Kasi Pembinaan, Pengawasan, dan Penyuluhan Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kota Probolinggo, mengungkapkan bahwa lokasi sasaran razia meliputi beberapa kelurahan di kawasan Mayangan, yaitu Kelurahan Jati dan Kelurahan Mayangan. Tempat-tempat tersebut dinilai berpotensi digunakan sebagai ajang transaksi berbasis aplikasi digital.

“Dari sembilan perempuan yang kita amankan, tiga orang adalah warga Probolinggo. Enam lainnya berasal dari luar kota,” jelas Nur Rahmad saat memberikan keterangan, Kamis (15/10/2026).

Setelah melalui proses pendataan dan pemberian pembinaan, para wanita yang merupakan warga Probolinggo diminta pulang dengan dijemput keluarga. Sementara itu, enam wanita berasal dari luar daerah diperintahkan untuk kembali ke tempat asal masing-masing. Petugas juga memberikan peringatan keras mengenai ancaman sanksi pidana ringan apabila mereka mengulangi perbuatan sejenis.

Fatchur Rozi, Kepala Dinas Satpol PP, Linmas, dan Damkar Kota Probolinggo, menegaskan bahwa razia ini merupakan upaya menjaga kondusivitas wilayah. Langkah tersebut juga menjawab keprihatinan atas maraknya penggunaan aplikasi MiChat serta potensi penyebaran penyakit menular seksual di kalangan pekerja seks komersial.

Para pelaku yang diamankan kemudian didata secara rinci. Petugas memastikan tidak ada intimidasi maupun kekerasan selama proses penindakan berlangsung. Koordinasi dengan instansi terkait juga dilakukan untuk memastikan penanganan yang menyeluruh, mulai dari pendampingan sosial hingga pengembalian warga luar kota ke daerah asalnya.

Operasi ini menunjukkan komitmen Pemkot Probolinggo dalam menegakkan peraturan daerah serta menjaga ketertiban umum. Dengan razia yang rutin dilakukan, diharapkan praktik terbuka semacam itu tidak akan berkembang di area pemondokan dan penginapan kota ini.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. Langkah kolaboratif antara perangkat daerah dan warga menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan sehat bagi seluruh penghuni kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *