Refleksi 66 Tahun Karang Taruna Probolinggo

Refleksi 66 Tahun Karang Taruna Probolinggo
Refleksi 66 Tahun Karang Taruna Probolinggo

Pasuruan Terkini – Karang Taruna Kabupaten Probolinggo Perkuat Peran Sosial Pemuda menandai peringatan Bulan Bhakti Karang Taruna (BBKT) ke-66 yang berlangsung pada 26 September 2026. Momentum tahunan ini dijadikan ajang refleksi organisasi sekaligus penegasan komitmen dalam menjawab persoalan sosial di lingkungan masyarakat.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Probolinggo Sigit Wida Hartono menuturkan bahwa peringatan BBKT bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, momen ini menjadi ruang evaluasi untuk mengukur seberapa besar manfaat kehadiran organisasi bagi warga, terutama dalam merespons berbagai permasalahan sosial di tiap wilayah.

Sigit menjelaskan, posisi Karang Taruna terbilang strategis karena tumbuh langsung dari masyarakat. Karena itu, eksistensinya mesti diterjemahkan lewat kegiatan yang selaras dengan kebutuhan warga serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan sosial.

“BBKT ke-66 ini harus menjadi momentum bagi kita semua untuk melakukan refleksi. Sudah sejauh mana Karang Taruna hadir, bergerak dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Jangan sampai Karang Taruna hanya dikenal karena kegiatan seremonial, tetapi harus benar-benar dirasakan keberadaannya,” ujarnya.

Ia menegaskan, tantangan masyarakat kian berkembang. Persoalan sosial, ekonomi, kepemudaan, pendidikan, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat menuntut keterlibatan banyak pihak, termasuk pemuda lewat organisasi Karang Taruna.

Dalam kondisi itu, Sigit mendorong pengurus Karang Taruna dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan agar terus membangun kepedulian terhadap lingkungan sosial. Menurutnya, organisasi harus peka terhadap persoalan di sekitarnya, mendengar kebutuhan masyarakat, lalu hadir dengan program yang benar-benar memberikan solusi.

Sigit menilai semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama Karang Taruna. Namun, organisasi ini tidak bisa berjalan sendiri sehingga membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, organisasi masyarakat, maupun elemen masyarakat lainnya.

Kolaborasi tersebut, lanjutnya, bukan hanya memperluas kegiatan, tetapi juga membuka ruang bagi pemuda untuk belajar, berkembang, dan mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah. Semangat gotong royong menjadi kunci agar potensi pemuda diarahkan menjadi kekuatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan daerah.

Peringatan BBKT ke-66 juga diharapkan memperkuat kembali semangat pengabdian para kader Karang Taruna. Sigit mengajak seluruh jajaran Karang Taruna Kabupaten Probolinggo tidak berhenti pada peringatan tahunan, melainkan menjadikannya pengingat untuk terus bergerak.

Ia berharap setiap pengurus dan anggota dapat mengambil peran sesuai potensi dan kondisi wilayah masing-masing. Dengan begitu, keberadaan Karang Taruna tidak hanya terlihat melalui kegiatan, tetapi juga melalui dampak sosial yang dirasakan masyarakat.

“66 tahun bukan perjalanan yang sebentar. Ini menjadi pengingat bahwa Karang Taruna memiliki sejarah panjang dalam pengabdian sosial. Mari kita lanjutkan dengan semangat baru, dengan kerja nyata dan dengan komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat,” tambahnya.

Bagi Karang Taruna Kabupaten Probolinggo, BBKT ke-66 menjadi refleksi sekaligus penegasan kembali bahwa organisasi kepemudaan tersebut memiliki tanggung jawab menjaga kepedulian sosial, memperkuat solidaritas, dan membuka ruang bagi generasi muda agar terus berkontribusi bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *