Berita  

Karangasem Desa Kedua Dinilai Lomba Kampung Pancasila

Portal Berita Pasuruan Terkini
Gambar Thumbnail Default Pasuruan Terkini

Pasuruan Terkini – Karangasem Desa Kedua Dinilai Lomba Kampung Pancasila — Desa Karangasem, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan resmi menjalani penilaian Lomba Kampung Pancasila tingkat kabupaten pada Kamis, 10 September 2026. Desa ini menjadi desa kedua setelah Lumbang yang lebih dulu mendapat giliran.

Penilaian dilaksanakan di Dusun Kutaan dengan hadirnya tim penilai dari berbagai instansi. Di antaranya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pasuruan Nurul Huda, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), perwakilan TNI Dovik Sudarmanto, serta perwakilan Polri Bambang.

Sambutan hangat disambut oleh Pelaksana Tugas Camat Wonorejo Hadimulyono, Kepala Desa Karangasem Umar, para perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Apresiasi untuk Kecamatan Wonorejo

Nurul Huda menyampaikan apresiasi atas pencapaian Kecamatan Wonorejo yang berhasil menempatkan dua desanya dalam nominasi penilaian Lomba Kampung Pancasila.

“Ada dua desa di kecamatan ini yang masuk nominasi juara Kampung Pancasila,” ujarnya saat memberikan sambutannya.

Ia juga mengajak seluruh rangkaian penilaian berjalan lancar dan menghasilkan evaluasi terbaik bagi Desa Karangasem.

Profil Desa Karangasem

Kepala Desa Karangasem Umar memaparkan bahwa wilayah administrasinya terbagi menjadi empat dusun, yaitu Krajan, Trewung, Kutaan, dan Tegalan.

Dari segi mata pencaharian, mayoritas warga bermatapencaharian sebagai petani. Komposisi masyarakat juga mencerminkan keberagaman etnis, yakni perpaduan antara masyarakat beretnis Jawa dan Madura. Kehidupan keagamaan tampak kuat dengan adanya sejumlah pondok pesantren di wilayah tersebut.

Umar juga menyebut bahwa tingkat pendidikan masyarakat Desa Karangasem mayoritas sudah mencapai jenjang menengah.

Atraksi dan Potensi Ekonomi

Dalam rangka menyambut tim penilai, masyarakat Dusun Kutaan menampilkan beberapa atraksi dan potensi lokal. Atraksi pencak silat menjadi salah satu hiburan yang ditampilkan sebagai wujud pelestarian budaya lokal.

Di sepanjang lokasi kegiatan, sejumlah banner bertema Pancasila dipajang rapi, menciptakan suasana khidmat dan penuh makna.

Tim penilai juga diajak menjelajahi potensi ekonomi warga, termasuk peternakan telur puyuh milik seorang warga bernama Trisno. Aktivitas ekonomi produktif ini menunjukkan bagaimana masyarakat memanfaatkan potensi lingkungan sekitar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Nyata

Lomba Kampung Pancasila tidak hanya menilai kehadiran simbol atau atribut, melainkan menilik secara mendalam penerapan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian masyarakat. Mulai dari semangat gotong royong, toleransi antarumat beragama, persatuan, pelestarian budaya, hingga pemberdayaan ekonomi menjadi fokus utama penilaian.

Desa Karangasem berupaya menunjukkan bahwa semangat Pancasila benar-benar hidup di tengah masyarakat yang majemuk, rukun, dan produktif. Dengan keberagaman etnis Jawa dan Madura, kehidupan pesantren, budaya lokal yang terjaga, serta aktivitas ekonomi kreatif warga, Karangasem memiliki modal sosial yang cukup kuat untuk terus memperkokoh persatuan dan menghidupkan nilai-nilai luhur Pancasila secara nyata di tingkat dusun maupun desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *