Berita  

Tebing Terjal dan Angin Kencang Hambat Pemadaman Kebakaran Bromo di Blok Penggol

Portal Berita Pasuruan Terkini
Gambar Thumbnail Default Pasuruan Terkini

Pasuruan TerkiniProbolinggo — Operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Bromo, tepatnya di Blok Penggol, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, masih terus berlangsung.

Kondisi medan yang sangat ekstrem menjadi hambatan utama bagi petugas lapangan. Sejumlah titik api justru berada di lereng tebing curam yang sulit dijangkau. Hal ini membuat proses penurunan air dan penyekatan api berjalan lambat dan penuh risiko tinggi.

Berikut ini fakta-fakta terkini mengenai upaya penanganan karhutla di kawasan tersebut.

Medan Ekstrem Menjadi Tantangan Utama Petugas

Tebing Terjal dan Angin Kencang Hambat Pemadaman Kebakaran Bromo di Blok Penggol menjadi kenyataan yang harus dihadapi setiap hari oleh tim gabungan. Berdasarkan keterangan Anggota Koramil Sukapura, Sertu Wahyudi, terdapat titik api yang berlokasi di tebing dengan sudut kemiringan mencapai 90 derajat.

“Jadi kami hari ini melakukan pemadaman di titik api yang dapat kita jangkau. Tadi juga ada titik api di tebing dengan sudut kemiringan mencapai 90 derajat, sehingga menjadi kendala kami,” ujar Sertu Wahyudi.

Truk pemadam kebakaran milik Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) hanya mampu menjangkau area-area tertentu yang relatif lebih mudah diakses. Titik-titik api di atas tebing masih belum berhasil dipadamkan hingga Kamis sore, 11 September 2026.

Angin Kencang dan Kabut Memperparah Situasi

Selain kondisi tebing yang terjal, petugas juga menghadapi hambatan berupa tiupan angin kencang dan kabut tebal yang menghalangi jarak pandang. Kondisi meteorologi tersebut menambah tingkat kesulitan dalam melakukan penyekatan maupun penurunan titik api secara optimal.

Angin kencang berpotensi pula menyebarkan percikan api ke area yang lebih luas jika tidak segera dikendalikan. Oleh karena itu, petugas diminta bekerja ekstra waspada selama menjalankan operasi pemadaman.

Pemadaman Dihenkan Sementara untuk Utamakan Lembah Watangan

Petugas gabungan terdiri dari TNI-Polri, BB TNBTS, BPBD, relawan, serta warga sekitar. Mereka terus berjibaku menjinakkan si jago merah di berbagai sektor.

Namun demikian, strategi penanggulangan perlu penyesuaian. Sertu Wahyudi mengungkapkan bahwa pemadaman di Blok Penggol sempat dihentikan sementara.

“Untuk pemadaman di Blok Penggol kami hentikan, karena ada informasi bahwa api di sekitar Lembah Watangan turun ke savana, sehingga kami utamakan terlebih dahulu,” tambahnya.

Keputusan ini diambil agar api yang berpotensi merembet ke kawasan savana dapat ditangani lebih dulu sebelum kembali memfokuskan upaya ke Blok Penggol.

BPBD Probolinggo: Penyekatan Agar Api Tidak Menyebar

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menegaskan bahwa pihaknya bersama BPBD Provinsi Jawa Timur, TNI-Polri, relawan, dan warga masih terus melakukan upaya pemadaman di sejumlah titik rawan.

“Kendala kita yakni api berada di tebing, serta kabut dan angin kencang. Namun demikian, kami berupaya melakukan pemadaman dengan penyekatan agar api tidak merembet ke bawah atau ke savana,” tuturnya.

Upaya pemantauan terus dilakukan secara berkala terhadap seluruh titik api yang masih menyala. Tujuannya adalah mencegah pertumbuhan kobaran yang lebih besar dan melindungi kawasan lingkungan sekitar dari dampak lanjutan.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi medan tetap menjadi faktor penentu utama. Petugas terus berkoordinasi dan menyesuaikan strategi dengan situasi lapangan yang dinamis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *