Pasuruan Terkini – Festival Bandeng Jelak 2026 kembali digelar di Kota Pasuruan, tepatnya di kawasan Fish Edupark Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DPPKP), Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, pada Minggu (06/09/2026). Acara tahunan yang memasuki edisi ke-7 ini bertujuan mengintegrasikan sektor perikanan dengan olahraga dan wisata, menjadikannya daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Festival Bandeng Jelak 2026 tidak hanya menampilkan Kontes Bandeng Super, tetapi juga menyuguhkan Jelajah Tambak Run 2026, lomba memancing, pelepasan maskot ikan nila, serta berbagai kegiatan pendukung lainnya.
Kehadiran Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Wakil Wali Kota Mokhamad Nawawi, Ketua DPRD H. Toyyib, Pj. Sekretaris Daerah Lucky Danardono, serta Kepala DPPKP H. Mualif Arif menambah semarak pembukaan festival. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Dyah Ermitasari juga turut hadir dalam acara yang mengusung semangat kebersamaan ini.
Rangkaian acara diawali dengan pelepasan peserta Jelajah Tambak Run 2026 oleh Wali Kota. Para pelari menempuh rute sepanjang 5,6 kilometer hingga garis finis, kemudian menerima medali dan konsumsi sebelum mengikuti sesi pendinginan dengan senam Zumba bersama. Suasana ceria tampak dari antusiasme peserta yang berasal dari berbagai kalangan.
Setelah itu, lomba memancing menjadi agenda berikutnya. Lomba ini melibatkan 100 peserta yang telah mendaftar secara daring melalui akun resmi DPPKP. Pelepasan maskot ikan nila secara simbolis oleh jajaran forkopimda menandai dimulainya lomba yang berlangsung meriah di kolam Fish Edupark.
Puncak acara adalah Kontes Bandeng Super, di mana para pembudidaya membawa bandeng terbaik dari tambak mereka untuk dinilai oleh juri berdasarkan bobot dan kualitas. Tahun ini, bandeng seberat 5 kilogram berhasil meraih juara pertama, disusul bandeng berbobot 3,8 kg sebagai juara kedua, dan 2,5 kg untuk juara ketiga. Prestasi ini membuktikan bahwa tambak Jelak mampu menghasilkan bandeng berukuran besar, sekaligus menjadi ajang promosi potensi perikanan lokal.
Wali Kota Adi Wibowo dalam sambutannya menegaskan bahwa Festival Bandeng Jelak 2026 adalah momentum strategis untuk memperkenalkan potensi perikanan dan kawasan tambak kepada khalayak luas. “Potensi yang ada harus terus kita kembangkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Kepala DPPKP Mualif Arif menambahkan bahwa festival ini juga menjadi sarana efektif bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk olahan bandeng. “Kami ingin potensi perikanan lokal semakin dikenal, tidak hanya hasil ikannya, tetapi juga para pembudidayanya,” jelas Mualif.
Seluruh rangkaian Festival Bandeng Jelak 2026 yang berlangsung sejak pagi ditutup dengan pengundian hadiah doorprize dan panggung hiburan bersama DJ Klab Reggae Hore. Acara ini sukses memadukan unsur olahraga, wisata, dan perikanan dalam satu paket yang menghibur dan mendidik.
Festival yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan ini mengintegrasikan sektor perikanan dengan kegiatan olahraga serta hiburan masyarakat. Selain Kontes Bandeng Super, rangkaian acara juga meliputi Jelajah Tambak Run 2026, lomba memancing, pelepasan maskot ikan nila, dan sejumlah kegiatan pendukung.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Wakil Wali Kota Mokhamad Nawawi, Ketua DPRD Kota Pasuruan H. Toyyib, Pj. Sekretaris Daerah Lucky Danardono, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan H. Mualif Arif, serta Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Dyah Ermitasari.
Rangkaian acara diawali dengan penyambutan peserta Jelajah Tambak Run 2026 yang diberangkatkan oleh Wali Kota Pasuruan. Para peserta menempuh rute sejauh 5,6 kilometer hingga garis finis, kemudian mendapat medali serta konsumsi sebelum mengikuti sesi pendinginan melalui senam Zumba.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan lomba memancing yang melibatkan peserta dan masyarakat luas. Pelepasan maskot ikan nila ke area kolam secara simbolis oleh jajaran forkopimda menjadi penanda dimulainya perlombaan tersebut.
Pada agenda utama Kontes Bandeng Super, sejumlah pembudidaya membawa hasil budidaya terbaik dari tambak masing-masing untuk dinilai oleh tim juri berdasarkan bobot serta kualitas ikan.
Hasil penilaian juri menempatkan bandeng seberat 5 kilogram (kg) sebagai juara pertama. Sementara posisi kedua diraih bandeng berbobot 3,8 kg, dan juara ketiga ditempati bandeng dengan bobot 2,5 kg.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa tambak Jelak mampu menghasilkan bandeng berukuran besar. Kontes ini menjadi sarana bagi pembudidaya untuk menunjukkan hasil usaha sekaligus memperkenalkan potensi komoditas perikanan lokal kepada masyarakat.
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo dalam sambutannya menyampaikan Festival Bandeng Jelak menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi perikanan dan kawasan tambak kepada masyarakat secara lebih luas. Menurutnya, potensi tersebut perlu dikembangkan secara berkelanjutan agar berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
“Festival seperti ini menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi perikanan dan kawasan tambak Kota Pasuruan kepada masyarakat secara lebih luas. Potensi yang ada harus terus kita kembangkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Adi Wibowo.
Sementara itu, Kepala DPPKP Kota Pasuruan H. Mualif Arif menjelaskan bahwa selain olahraga, festival juga diisi dengan lomba memancing yang diikuti oleh 100 peserta. Pendaftaran lomba memancing ini sebelumnya telah dibuka secara daring melalui akun resmi DPPKP Kota Pasuruan.
Ia menyampaikan Kegiatan ini juga menjadi ajang promosi efektif bagi pelaku UMKM lokal yang khusus menggelar berbagai produk olahan bandeng di lokasi festival.
“Melalui Festival Bandeng Jelak ini, kami ingin potensi perikanan lokal semakin dikenal. Tidak hanya hasil ikannya, tetapi juga para pembudidaya yang selama ini konsisten mengembangkan usaha perikanan di kawasan tambak,” ujar Mualif.
Seluruh rangkaian Festival Bandeng Jelak ke-7 tahun 2026 yang berlangsung sejak pagi hari tersebut ditutup dengan pengundian hadiah (doorprize) serta panggung hiburan bersama DJ Klab Reggae Hore.






