Pasuruan Terkini – Antrean BBM mengular di Jember, aktivis minta polisi waspadai mafia BBM subsidi. Fenomena ini menjadi sorotan setelah sejumlah SPBU di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dipadati kendaraan yang mengantre untuk membeli bahan bakar minyak (BBM). Meski pemerintah daerah memastikan stok aman, kekhawatiran akan adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi semakin menguat.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, langsung turun ke lapangan untuk memantau kondisi antrean di beberapa SPBU. Ia kemudian menggelar rapat koordinasi dengan perwakilan Sales Branch Manager (SBM) dan Depo Pertamina Banyuwangi di Pendopo Wahyawibawagraha pada Minggu (6/9/2026). Dari hasil koordinasi tersebut, Pertamina memastikan stok BBM untuk wilayah Jember masih aman dan pasokan telah ditambah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Di tengah situasi tersebut, aktivis masyarakat sipil yang juga advokat, Mohammad Husni Thamrin, mendesak kepolisian untuk mengawasi potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi. Ia mengaku menerima keluhan masyarakat mengenai dugaan transaksi ilegal di sejumlah SPBU di Jember dan sekitarnya. Thamrin menegaskan, “Saya mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, untuk mewaspadai mafia BBM yang memanfaatkan BBM bersubsidi untuk kepentingan pribadi.”
Thamrin menyebut terdapat SPBU yang diduga melakukan transaksi BBM bersubsidi di luar peruntukan. Ia mengklaim mengetahui lokasi SPBU yang terlibat, namun enggan membeberkannya secara rinci. Dugaan sementara, sebagian BBM bersubsidi digunakan untuk kendaraan berat dan kepentingan industri. “Bahkan beberapa pengusaha dikabarkan menggunakan BBM bersubsidi untuk kepentingan kendaraan berat dan kepentingan industri miliknya,” ujarnya.
Praktik penyalahgunaan ini diduga terjadi di sejumlah wilayah Jember, termasuk bagian selatan. Thamrin bahkan menyinggung adanya oknum aparat yang membekingi para pelaku. Sebelumnya, ia telah melaporkan dugaan penyimpangan di sebuah SPBU di Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, Jember. Laporan tersebut kini ditangani Polsek Jombang, dan Thamrin telah menjalani pemeriksaan awal. Polisi disebut telah mengamankan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi.
Thamrin menekankan bahwa persoalan distribusi BBM bersubsidi harus menjadi perhatian serius karena berpotensi merugikan masyarakat yang berhak menerima subsidi. Ia bahkan mengaku pernah membuntuti truk tangki pengangkut BBM subsidi dari SPBU hingga ke tempat penimbunan di Surabaya. Sementara itu, Pemkab Jember menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi BBM berjalan normal dan meminta masyarakat tidak panik serta tidak melakukan pembelian berlebihan.
Fenomena antrean BBM mengular di Jember dan desakan aktivis untuk mewaspadai mafia BBM subsidi menjadi peringatan bagi aparat penegak hukum. Pengawasan ketat diperlukan agar subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
sumber referensi: https://kabarpas.com/antrean-bbm-mengular-di-jember-aktivis-minta-polisi-waspadai-mafia-bbm-subsidi/










