Pasuruan Terkini – PASURUAN – Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur menjadi momentum penting bagi Pemkab Pasuruan untuk menyerap arahan Gubernur terkait kebijakan pembangunan daerah. Kepala Daerah setempat melalui Wakil Bupati Shobih Asrori menyampaikan bahwa fokus utama pembangunan harus mengarah pada peningkatan taraf hidup masyarakat secara menyeluruh.
Upacara yang digelar di halaman Kantor Bupati itu menghadirkan sejumlah pejabat Forkopimda, instansi vertikal, serta perwakilan dunia pendidikan dan komunitas kepanduan. Acara berlangsung khidmat dengan komando upacara dari Hasanudin, pendidik di SMKN 1 Bangil, sementara Firdaus Handara dari Diskominfo Kabupaten Pasuruan menjalankan tugas sebagai perwira upacara.
Dalam amanatnya, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa tema Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan bukan sekadar slogan, melainkan arahan strategis agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari angka makro semata. Pemerintah provinsi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendorong pemerataan akses layanan publik di berbagai pelosok, termasuk daerah pesisir dan kepulauan yang selama ini memerlukan perhatian khusus.
Beberapa indikator statistik terbaru yang disajikan dalam sambutan tersebut menunjukkan capaian positif perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada semester pertama tahun 2026 tercatat sebesar 5,84 persen. Angka ini menunjukkan daya tahan ekonomi regional di tengah dinamika kondisi nasional maupun global yang masih fluktuatif.
Selain itu, data Badan Pusat Statistik menyebutkan laju kemiskinan pada Maret 2026 berada di angka 9,06 persen. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka per Mei 2026 tercatat mencapai 3,42 persen. Penurunan angka pengangguran ini diharapkan dapat terus dipertahankan melalui penguatan sektor-sektor produktif seperti industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian.
Kabupaten Pasuruan sebagai salah satu wilayah di Jawa Timur berkomitmen untuk mengimplementasikan arahan tersebut ke dalam program kerja tahunan. Pemimpin daerah berjanji akan mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur dasar serta memperluas jaringan pelayanan kesehatan dan pendidikan di Kecamatan-kecamatan yang masih tertinggal.
Harapan besar kini terarah pada kolaborasi multipihak. Sinergi antara pemerintah kabupaten, pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan diyakini menjadi kunci utama dalam menjaga sustainability program kesejahteraan. Tanpa dukungan bersama, target peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing produk lokal akan sulit tercapai secara optimal.
Kehadiran ratusan siswa SMA dan SMK dalam upacara tersebut juga merupakan wujud edukasi dini tentang pentingnya kebersamaan dalam membangun daerah. Mereka diajarkan bahwa kemajuan sebuah provinsi tidak hanya bergantung pada anggaran APBD atau APBN, melainkan juga pada partisipasi aktif generasi muda sebagai agen perubahan.
Sejalan dengan semangat Hari Jadi ke-81 Jatim Pemkab Pasuruan Soroti Pemerataan Pembangunan, acara ini sekaligus menjadi ajang evaluasi kinerja pemerintahan selama satu tahun terakhir. Setiap pencapaian dan hambatan dicatat secara transparan agar dapat dijadikan bahan perbaikan di periode berikutnya.
Pemerintah daerah juga menginstruksikan seluruhOPD untuk menyusun monitoring dan evaluasi berkala. Hal ini bertujuan agar alokasi anggaran dapat tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih program yang kerap menjadi kendala di lapangan.
Menutup peringatan tersebut, wakil bupati mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan memperkuat gotong royong. Dengan fondasi persatuan yang kuat, tantangan pembangunan jangka panjang di era digital dan globalisasi dapat dijawab dengan penuh tanggung jawab.













