Pasuruan Terkini – Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Pelabuhan Perikanan Mayangan (PPM) Kota Probolinggo dilalap si jago merah pada Minggu siang, 20 September. Insiden kebakaran ini sempat membuat warga sekitar panik karena kobaran api nyaris merembet ke bangunan milik BJBR yang berdiri tak jauh dari lokasi. Peristiwa inilah yang kemudian dikenal sebagai kebakaran gunung sampah di Pelabuhan Mayangan Probolinggo terbakar api sempat merembet ke bangunan BJBR.
Warga pertama kali menyadari adanya kebakaran sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, api sudah membesar dan asap pekat membubung tinggi dari tumpukan sampah. Karena lokasi sedang libur, tidak ada aktivitas maupun orang di sekitar tempat kejadian.
Seorang warga setempat, Junaidi, mengaku mengetahui kejadian tersebut ketika api sudah dalam kondisi besar. Menurutnya, tidak ada seorang pun yang berada di lokasi saat kebakaran mulai muncul. “Jadi saya taunya sekitar pukul 13.00 WIB, api sudah membesar. Saat kebakaran terjadi, tidak ada aktivitas dan orang di sini karena memang libur,” ujar Junaidi.
Kobaran api dengan cepat meluas karena banyaknya material mudah terbakar, seperti sampah dan bekas fiber. Kondisi diperparah oleh angin yang bertiup kencang di area pelabuhan. Akibatnya, api sempat menjalar ke salah satu bangunan milik BJBR yang letaknya tidak jauh dari tumpukan sampah.
Warga yang melihat kejadian segera menghubungi petugas pemadam kebakaran Kota Probolinggo. Sambil menunggu bantuan datang, mereka berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya. Namun, besarnya api membuat upaya awal tersebut tidak banyak membantu.
Petugas Tindak Internal (PTI) Regu 2 Damkar Kota Probolinggo, Muhammad Soleh, menyatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 13.30 WIB. Setelah laporan masuk, tiga unit mobil pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi. Masing-masing unit memiliki kapasitas 3.000 liter, 5.000 liter, dan 10.000 liter air.
Karena terdapat sejumlah titik api, petugas membagi tim agar proses pemadaman berjalan lebih cepat. Pembagian tim ini penting mengingat luasnya area yang terbakar dan banyaknya material yang menyulut api. Setelah sekitar satu setengah jam, api akhirnya berhasil dikendalikan.
Meski api sudah padam, petugas tetap melakukan penyiraman di sejumlah titik. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api dari bara yang masih menyala. Proses pendinginan menjadi bagian penting agar kebakaran tidak kembali terjadi.
Muhammad Soleh menjelaskan bahwa objek yang terbakar merupakan tumpukan sampah. Karena tidak ada aktivitas di lokasi, api dengan cepat membesar dan membakar seluruh sampah serta bekas fiber yang ada. “Alhamdulillah, sekitar satu setengah jam api berhasil dikendalikan. Namun, untuk penyebab belum diketahui,” ucapnya.
Sementara itu, Junaidi menduga api berasal dari arah utara dekat laut. Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kebakaran karena tidak ada orang di lokasi saat kejadian berlangsung. Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran gunung sampah di Pelabuhan Mayangan Probolinggo terbakar api sempat merembet ke bangunan BJBR masih dalam penyelidikan.
Insiden ini menjadi peringatan bagi pengelola TPS Pelabuhan Perikanan Mayangan agar lebih memperhatikan penumpukan sampah. Terlebih lagi, lokasi tersebut menyimpan banyak material mudah terbakar yang berpotensi memicu kebakaran serupa di kemudian hari. Kejadian kebakaran gunung sampah di Pelabuhan Mayangan Probolinggo terbakar api sempat merembet ke bangunan BJBR diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama.













