Kolam BUMDes Susukanrejo Mangkrak, Dana Desa Diduga Tak Beri Manfaat

Kolam BUMDes Susukanrejo Mangkrak, Dana Desa Diduga Tak Beri Manfaat
Kolam BUMDes Susukanrejo Mangkrak, Dana Desa Diduga Tak Beri Manfaat

Pasuruan TerkiniBUMDes Susukanrejo Disorot Kolam Program Dana Desa Mangkrak Hingga Jadi Tempat Sampah mencuat setelah sejumlah fasilitas yang dibangun dengan anggaran desa dinilai tidak berfungsi. Kolam yang semestinya dipakai untuk kegiatan BUMDes bersama karang taruna kini justru terlantar. Kondisi itu memicu pertanyaan publik soal manfaat dan pengelolaan dana yang sudah dikucurkan.

Lokasi kolam tersebut berada di sekitar lingkungan Desa Susukanrejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Alih-alih dimanfaatkan, kolam itu disebut hanya menjadi tempat pembuangan sampah. Persoalan serupa turut menyoroti fasilitas yang berada di sekitar Polindes Desa Susukanrejo.

Anggaran Ratusan Juta Rupiah Dipertanyakan

Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, sejumlah program BUMDes yang disebut menggunakan anggaran desa mencapai ratusan juta rupiah. Nilai itu dinilai belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Pemfungsian kolam BUMDes dan karang taruna sebelumnya bahkan telah mendapat teguran dari pendamping desa. Meski begitu, hingga kini keberadaan fasilitas tersebut masih dipertanyakan manfaat dan keberlanjutan pengelolaannya.

Sorotan terhadap BUMDes Susukanrejo Disorot Kolam Program Dana Desa Mangkrak Hingga Jadi Tempat Sampah menguat karena masyarakat belum memperoleh penjelasan rinci. Warga menuntut keterbukaan soal sumber anggaran, bentuk kegiatan, hingga realisasi penggunaan dana. Selain itu, alasan fasilitas tersebut belum berfungsi secara optimal juga belum terjawab.

Camat Arahkan Konfirmasi ke Pemerintah Desa

Awak media kemudian melakukan konfirmasi kepada Camat Pohjentrek, Achmad Hadi Khoirul Anam. Pertanyaan disampaikan terkait keberadaan dan pengelolaan BUMDes Susukanrejo, termasuk penggunaan anggaran yang dinilai belum memberikan manfaat maksimal. Dalam pertanyaan itu, awak media menyebut anggaran BUMDes ratusan juta tidak bermanfaat, termasuk yang berada di samping Polindes.

Menanggapi hal tersebut, Hadi meminta agar persoalan itu dikonfirmasi langsung kepada Pemerintah Desa Susukanrejo. Ia menyarankan agar kepala desa mengarahkan langsung ke pengurus BUMDes. “Silahkan konfirmasi ke desa atau Pak Kades-nya. Nanti biar kadesnya yang mengarahkan langsung ke pengurus BUMDes,” ujar Hadi.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan langsung dari Kepala Desa Susukanrejo maupun pengurus BUMDes. Pihak-pihak tersebut belum membeberkan besaran anggaran yang telah digunakan, peruntukan masing-masing program, kondisi kolam, serta alasan fasilitas belum berfungsi optimal. Ketiadaan keterangan itu membuat publik semakin menanti kejelasan.

Transparansi Dana Desa Jadi Kunci

Persoalan ini penting mendapat penjelasan terbuka agar masyarakat mengetahui secara jelas sumber anggaran, bentuk kegiatan, realisasi penggunaan dana, serta manfaat program BUMDes bagi warga Desa Susukanrejo. Apabila program tersebut memang bersumber dari Dana Desa, transparansi dan akuntabilitas menjadi hal penting. Tujuannya memastikan anggaran yang berasal dari masyarakat benar-benar memberikan manfaat sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku.

Dalam konteks BUMDes Susukanrejo Disorot Kolam Program Dana Desa Mangkrak Hingga Jadi Tempat Sampah, pengelolaan aset desa menjadi ujian bagi tata kelola pemerintahan desa. Fasilitas yang dibangun semestinya dirawat dan dioperasikan sesuai tujuan awal. Jika dibiarkan mangkrak, bukan hanya dana yang terbuang, tetapi kepercayaan warga terhadap program desa juga berisiko tergerus.

Pemerintah desa dan pengurus BUMDes diharapkan segera memberikan keterangan resmi. Penjelasan itu meliputi perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Dengan begitu, masyarakat dapat menilai secara objektif apakah program BUMDes telah berjalan sesuai aturan. Pengawasan dari pendamping desa dan instansi terkait juga perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, keberadaan kolam yang disebut menjadi tempat sampah menjadi simbol lemahnya pemeliharaan aset desa. Perlu ada langkah nyata untuk menata kembali fasilitas tersebut. Apabila tidak memungkinkan difungsikan, pemerintah desa semestinya menjelaskan alasan dan rencana tindak lanjutnya kepada warga. Keterbukaan menjadi jalan terbaik untuk menjaga akuntabilitas Dana Desa di Desa Susukanrejo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *