Berita  

72 Hektare Hutan TN Meru Betiri Jember Terbakar Warga Terdampak Asap, Warga Berharap Hujan Turun Segera

Portal Berita Pasuruan Terkini
Gambar Thumbnail Default Pasuruan Terkini

Pasuruan Terkini – Kebakaran hutan melanda kawasan Taman Nasional Meru Betiri di Jember sejak Selasa hingga Kamis pekan ini. Luasan 72 Hektare Hutan TN Meru Betiri Jember Terbakar Warga Terdampak Asap tercatat meliputi Desa Curahnongko dan Desa Andongrejo di Kecamatan Tempurejo.

Angin kencang menjadi faktor utama penyebaran api yang cepat menjalar melalui dedaunan kering, ilalang, serta tanaman rambat. Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengonfirmasi bahwa estimasi area terbakar mencapai 72 hektare di kawasan taman nasional tersebut.

Situasi kian genting saat kobaran api di kawasan hutan Desa Curahnongko berhasil mendekat hingga kurang dari 100 meter dari permukiman warga pada Kamis siang. Api kemudian merambat dari kawasan taman nasional menuju lahan milik warga di sekitar perkampungan Dusun Krajan.

Sekretaris Desa Curahnongko Winarto menjelaskan bahwa kebakaran dimulai sekitar pukul 12.11 WIB di wilayah Dusun Krajan. Sebagian lahan merupakan tanah tetelan warga yang berada di perbatasan kawasan taman nasional dengan area permukiman.

Respons cepat ditunjukkan oleh warga bersama Muspika Tempurejo, pemerintah desa, kepolisian, dan BPBD dalam melakukan pemadaman manual. Tim Resort Meru Betiri Andongrejo memulai operasi pemadaman sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan dilanjutkan oleh Muspika dan warga sekitar RW 11 Dusun Krajan pada pukul 14.15 WIB.

Api di wilayah barat Curahnongko berhasil dipadamkan pukul 17.00 WIB. Namun setengah jam kemudian, muncul kembali titik api di kawasan timur hutan Desa Andongrejo. Tim Reaksi Cepat BPBD Jember tiba di lokasi pada pukul 18.40 WIB untuk asesmen dan koordinasi dengan petugas TNMB serta pemerintah setempat.

Dampak asap dirasakan cukup signifikan oleh warga sekitar. BPBD mencatat terdapat warga yang mengalami gangguan pernapasan dan mata perih, khususnya di Dusun Krajan yang berdekatan langsung dengan hutan terbakar.

BPBD membagikan 100 masker untuk warga RW 11 serta 200 masker untuk seluruh warga Desa Curahnongko. Lima alat gepyok juga diserahkan kepada Tim Resort Meru Betiri guna mendukung pemadaman manual di lapangan.

Winarto menyebutkan sekitar 75 kepala keluarga di RW 11 terdampak debu dan asap kebakaran. Sementara di RW 12, sekitar 50 kepala keluarga sempat terdampak pada hari sebelumnya. Abu kebakaran juga dirasakan oleh warga di sekitar lima RW di Desa Curahnongko.

Berdasarkan pantauan, kondisi aman dan kondusif tetap terjaga di area permukiman. Pemadaman lanjutan dijadwalkan berjalan Jumat mulai pukul 09.00 WIB dengan fokus pada area yang masih membara di timur Desa Andongrejo.

Akses menuju titik api menjadi kendala utama karena kendaraan tidak dapat menjangkau lokasi. Petugas harus menempuh jarak sekitar satu kilometer dengan berjalan kaki demi mencapai medan kebakaran.

BPBD Jember terus mengerahkan Tim Reaksi Cepat dan berkoordinasi dengan Pos Damkar Ambulu untuk mendukung operasional pemadaman dengan suplai air yang memadai. Hingga kini, situasi terus dipantau secara intensif untuk mencegah perluasan area terbakar lebih jauh lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *