Pasuruan Terkini – PASURUAN – Ormas GAIB Perjuangan mengancam akan menutup total akses Jalan Puntir-Ngembal Buntu jika 13 perusahaan yang belum menghadiri audiensi tetap mangkir pada pertemuan Senin pekan depan. Ancaman ini emerged sebagai bentuk tekanan maksimal setelah audiensi pertama berlangsung tanpa kesepakatan berarti karena minimnya pihak perusahaan yang hadir.
Ketua Umum GAIB Perjuangan, Habib Yusup, menyampaikan kekecewaan mendalam atas sikap 13 dari 14 perusahaan yang diundang Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan untuk membahas kerusakan berulang di ruas Purwosari-Puntir-Ngembal. Hanya PT Merak yang mau hadir dan memberikan tanggapan langsung di gedung DPRD, Kamis (22/10/2026).
“Jalan Puntir arah Ngembal ini mayoritas dilewati mobil kelas 1 dan 2, truk-truk besar bermuatan berat yang jelas tidak sesuai dengan kelas jalan desa. Wajar kalau jalan hancur terus, sudah diperbaiki rusak lagi. Ini yang dirugikan rakyat kecil,” tegas Habib Yusup dalam pernyataannya.
| Detail | Keterangan |
| Jumlah perusahaan diundang | 14 perusahaan |
| Jumlah perusahaan hadir | 1 perusahaan (PT Merak) |
| Jumlah perusahaan tidak hadir | 13 perusahaan |
| Pertemuan lanjutan | Senin pekan depan |
| Aksi penguncian jalan | Selasa jika tidak ada kesepakatan |
Dari sisi lain, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan menyatakan sikap menyayangkan ketidakhadiran sebagian besar perusahaan. Mereka menilai hal tersebut menghambat upaya penyelesaian infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sekitar. Kondisi jalan yang rusak berulang menjadi beban berat bagi warga karena biaya perbaikan tidak kunjung tuntas.
PT Merak, sebagai satu-satunya perusahaan yang hadir, secara lisan meminta agar rencana penutupan jalan ditunda. Namun permintaan itu tidak mendapat tempat dari Habib Yusup yang menegaskan bahwa GAIB Perjuangan tidak akan memberikan toleransi tambahan bagi perusahaan yang dianggap abai terhadap tanggung jawabnya.
“Kalau hari Senin depan tidak ada kesepakatan dan perusahaan-perusahaan itu masih mangkir dan tidak mau tanggung jawab, maka hari Selasa kita tutup total Jalan Puntir-Ngembal! Kita aksi besar-besaran!” ucap Habib Yusup dengan nada tegas.
Langkah penutupan total jalan ini berpotensi mengganggu aktivitas transportasi serta distribusi barang di kawasan tersebut. Pertemuan lanjutan pada Senin mendatang menjadi momen krusial bagi semua pihak untuk menemukan titik kesepakatan yang saling menguntungkan tanpa harus mencapai tahap aksi pemblokiran.
Hingga berita ini disampaikan, belum ada keterangan resmi dari 13 perusahaan yang tidak menghadiri audiensi mengenai alasan ketidakhadiran mereka maupun sikap mereka terhadap tuntutan GAIB Perjuangan. Seluruh pihak kini menanti respons yang akan menentukan nasib ruas jalan yang selama ini menjadi sorotan publik.













