Pasuruan Terkini – Seorang Nelayan asal Jabung Candi Probolinggo Meninggal Usai Disuntik Dokter Sempat Kejang-kejang, menandai tragedi pilu yang menimpa warga Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Nur Hasan (45) meninggal dunia di RSUD Waluyo Jati Kraksaan pada Minggu dini hari, 4 Oktober 2026, setelah sebelumnya mengalami kejang-kejang usai mendapatkan suntikan dari dokter.
Kasus ini bermula pada Jumat pagi ketika Hasan yang didampingi istrinya, Siti Aisyah, mendatangi klinik dr. R-H di Kraksaan untuk mengobati sakit perut akibat riwayat penyakit lambung yang telah dideritanya selama lima tahun. Siti menceritakan bahwa suaminya pada saat itu hanya mengonsumsi sedikit kue sawut dan air putih sebelum berangkat berobat. Hasan menolak makan nasi karena perutnya terasa tidak nyaman.
Sesudah pemeriksaan, dokter mendiagnosis Hasan mengalami pembengkakan pada organ hati dan segera memberikan suntikan di kedua lengannya. Namun, Siti mengklaim bahwa dokter sama sekali tidak menanyakan asupan makanan atau minuman terakhir yang dikonsumsi suaminya sebelum melakukan tindakan medis tersebut.
Setelah mendapat penanganan, Hasan dan Siti pulang dengan menaiki sepeda motor. Di tengah perjalanan melintasi kawasan Jalan Alassumur, kondisi Hasan mendadak memburuk. Ia jatuh dari kendaraan dan langsung mengalami kejang-kejang hebat. Warga sekitar yang melihat kejadian segera membantu mengevakuasi korban menggunakan pikap dan mengantarkannya ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan.
Humas rumah sakit, Anang, mengungkapkan bahwa pasien memang datang dalam keadaan tidak sadarkan diri dan masih kejang. Tim medis langsung melakukan pemeriksaan intensif. Hasil cek gula darah dan detak jantung menunjukkan angka normal. Pemeriksaan lanjutan berupa CT scan mengungkapkan adanya penggumpalan darah di otak pasien.
Meskipun penanganan darurat telah dilakukan secara maksimal, kondisi Hasan terus menurun. Pasien akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu, 4 Oktober 2026, pukul 01.00 WIB. Peristiwa ini menimbulkan banyak tanda tanya terkait proses medis yang dialami seorang Nelayan asal Jabung Candi Probolinggo Meninggal Usai Disuntik Dokter Sempat Kejang-kejang.
Merespons hal tersebut, dr. R-H membantah keras tuduhan bahwa suntikan yang diberikan menjadi penyebab kematian pasien. Ia menegaskan bahwa tindakan medisnya murni untuk meredakan keluhan lambung dan menegaskan bahwa obat yang seharusnya diminum pasien belum sempat dikonsumsi.
Dr. R-H juga membantah tuduhan bahwa dirinya tidak melakukan anamnesis sebelum penyuntikan. Ia menjelaskan bahwa semua prosedur operasional medis telah dilakukan dengan baik termasuk menanyakan kondisi awal pasien.
Setelah Hasan wafat, dr. R-H sempat mengunjungi rumah duka sebagai bentuk empati kemanusiaan. Ia menegaskan kunjungan tersebut bukan karena rasa takut maupun pengakuan bersalah, melainkan semata-mata sebagai sikap toleransi dan kepedulian terhadap keluarga yang berduka.













